KABARRAKYAT.news – Tim peneliti Universitas Samudra (UNSAM) mengembangkan teknologi Immersive Virtual Reality (IVR) berbasis Serious Game untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa menghadapi bencana banjir.
Inovasi yang dipimpin Dr. Furqan Ishak Aksa, M.Pd., tersebut memungkinkan siswa mempelajari langkah penyelamatan diri melalui simulasi banjir secara virtual tanpa harus menghadapi risiko bencana sesungguhnya.
Pengembangan teknologi ini dilatarbelakangi dampak banjir akhir 2025 di Kabupaten Aceh Tamiang yang merusak ratusan bangunan sekolah, termasuk puluhan yang mengalami kerusakan berat.
Melalui IVR berbasis Serious Game, siswa diajak memasuki skenario banjir, mengenali potensi bahaya, menentukan tindakan, hingga menyelesaikan misi evakuasi berdasarkan pedoman kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Ketua tim peneliti, Dr. Furqan Ishak Aksa, menjelaskan bahwa pembelajaran kebencanaan selama ini masih banyak berorientasi pada pemahaman teori, sementara kemampuan mengambil keputusan dalam situasi darurat juga perlu dilatih.
Teknologi tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami apa itu banjir, tetapi juga mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Prototipe yang dikembangkan sejak 2023 itu telah menjalani pengujian analitis dan eksperimental di laboratorium.
Hasil pengujian awal menunjukkan potensi peningkatan self-efficacy atau keyakinan siswa terhadap kemampuan diri dalam menghadapi bencana, sekaligus meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran.
Meski demikian, teknologi tersebut masih memerlukan pengujian langsung di sekolah untuk mengukur efektivitasnya sekaligus menyempurnakan prototipe berdasarkan pengalaman pengguna.
Pengembangan selanjutnya juga diarahkan pada pengujian mengacu pada SNI ISO/IEC 25000:2014 serta integrasi ke dalam platform Disaster Edutech melalui laman https://disasteredutech.com.
Kegiatan sosialisasi dan pengenalan inovasi ini mendapat dukungan pendanaan melalui Program RESONA Saintek 2026 sebagai bagian dari upaya UNSAM menghadirkan hasil penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.
Inovasi tersebut diharapkan menjadi alternatif pembelajaran mitigasi bencana yang lebih interaktif, khususnya bagi pelajar di wilayah rawan banjir seperti Aceh Tamiang dan daerah lainnya di Aceh.
Editor: RAHMAD

Komentar