SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IKLAN
ACEH KABAR DAERAH NEWS
Beranda » Hingga Akhir Desember 2025, Proyek KNMP di Langsa Belum Rampung

Hingga Akhir Desember 2025, Proyek KNMP di Langsa Belum Rampung

Hingga Akhir Desember 2025, Proyek KNMP di Langsa Belum Rampung
Kondisi proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Senin 29 Desember 2025. (Dok Kabar Rakyat)

LANGSA, KABAR RAKYAT — Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kota Langsa, Aceh, yang menelan anggaran Rp10,7 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025, hingga akhir Desember belum juga rampung.

Pantauan di lokasi proyek di Desa Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, Senin 29 Desember 2025, menunjukkan progres fisik pembangunan diperkirakan baru mencapai sekitar 60 persen. Sejumlah bangunan tampak belum selesai dikerjakan, sementara aktivitas pekerja di lokasi terlihat minim.

Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Wartawan Mandek, PWI Aceh Siapkan Tim Advokasi

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan ini berada di bawah tanggung jawab Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. Proyek tersebut tercatat dengan nomor kontrak B.5263/DJPT.6/PI.420/PPK/IX/2025, dengan tanggal kontrak 11 September 2025.

Pelaksanaan proyek dilakukan oleh PT Viola Cipta Mahakarya, dengan konsultan pengawasan CV Pelita Buana. Nilai kontrak tercatat sebesar Rp10.703.510.776.

Pemko Langsa Buka Seleksi Direktur Perumda Tirta Keumuneng Periode 2026-2031

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai penyebab belum rampungnya proyek tersebut. Media ini juga belum memperoleh penjelasan apakah keterlambatan dipicu kendala teknis, faktor cuaca, atau persoalan lain dalam pelaksanaan pekerjaan.

Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada sejumlah pihak yang terlibat dalam Proyek KNMP juga belum membuahkan hasil. Hingga kini, belum satu pun pihak memberikan keterangan resmi.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait efektivitas pengawasan proyek, mengingat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih digadang-gadang sebagai program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas permukiman sekaligus kesejahteraan nelayan di kawasan pesisir.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
× Advertisement