SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IKLAN
ACEH KABAR DAERAH
Beranda » Di Tangan Irjen Marzuki, Kantor Polisi Tak Lagi Jadi Tempat yang Menakutkan

Di Tangan Irjen Marzuki, Kantor Polisi Tak Lagi Jadi Tempat yang Menakutkan

Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah

KABARRAKYAT.news – Kepemimpinan Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Jenderal bintang dua kelahiran Tangse, Kabupaten Pidie, itu dinilai berhasil menghadirkan perubahan signifikan dalam wajah institusi kepolisian di Aceh melalui pendekatan yang humanis, religius, dan dekat dengan masyarakat.

Sejak dipercaya memimpin Polda Aceh, lulusan Akademi Kepolisian 1991 tersebut dikenal aktif mendorong jajarannya membangun hubungan yang lebih terbuka dengan masyarakat. Hasilnya, kantor-kantor polisi yang selama ini kerap dipandang sebagai tempat yang menakutkan, perlahan berubah menjadi ruang pelayanan yang ramah dan mudah diakses warga.

Jaksa Tangguhkan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Sebagai putra daerah, Irjen Marzuki dinilai memiliki pemahaman yang kuat terhadap karakter sosial dan budaya masyarakat Aceh. Modal itu menjadi landasan dalam merumuskan berbagai kebijakan keamanan yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Di bawah kepemimpinannya, hubungan antara polisi dan masyarakat semakin cair. Kehadiran aparat kepolisian tidak lagi dipandang berjarak, melainkan menjadi mitra yang hadir bersama masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Wali Kota Langsa: Sensus Ekonomi 2026 Penting untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Daerah

Transformasi tersebut terlihat dari semakin aktifnya personel kepolisian terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat. Mulai dari kegiatan di masjid, pesantren hingga program kemasyarakatan lainnya yang bertujuan memperkuat ikatan emosional antara Polri dan warga.

Tak hanya itu, Polda Aceh juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah. Langkah tersebut dinilai mampu mempererat hubungan sosial sekaligus membantu menggerakkan perekonomian masyarakat di tingkat akar rumput.

Dalam menjaga stabilitas keamanan daerah, Irjen Marzuki juga memperkuat sinergi dengan ulama dan tokoh adat. Kedua elemen tersebut ditempatkan sebagai mitra strategis dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat.

Selain membangun reformasi sosial dan kultural, Irjen Marzuki juga dikenal melalui program Green Policing atau Kepolisian Hijau. Program tersebut menjadi salah satu fokus Polda Aceh dalam menjaga kelestarian lingkungan, termasuk upaya pencegahan pembalakan liar dan kerusakan hutan.

Melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media massa, program Green Policing terus dikembangkan sebagai gerakan bersama untuk menjaga kelestarian alam Aceh.

Di sisi lain, Polda Aceh di bawah kepemimpinan Irjen Marzuki juga aktif mendukung program prioritas nasional, khususnya di sektor ketahanan pangan. Jajaran Polres hingga Polsek dilibatkan dalam berbagai kegiatan pendampingan kelompok tani dan pengelolaan lahan produktif guna mendukung ketersediaan pangan masyarakat.

Berbagai terobosan tersebut memperlihatkan upaya membangun institusi kepolisian yang tidak hanya kuat dalam penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Kombinasi ketegasan dalam memimpin serta pendekatan yang humanis membuat Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah dinilai berhasil menghadirkan wajah baru Polda Aceh yang lebih dekat, dicintai, dan dipercaya masyarakat.

Editor: RAHMAD

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement