KABARAKYAT.news – Pemerintah Kota (Pemko) Langsa mulai menyalurkan bantuan tahap II bagi masyarakat terdampak bencana dengan total anggaran mencapai Rp374,6 miliar. Meski demikian, sekitar 25 ribu jiwa masih menunggu pencairan Bantuan Hidup (Jadup) yang hingga kini masih berproses di pemerintah pusat.
Penyaluran bantuan dilakukan di halaman Kantor Pos Langsa, Sabtu (20/6/2026), dan diawali kepada 1.404 warga dari Gampong Jawa dan Gampong Daulat, Kecamatan Langsa Kota.
Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra, mengatakan bantuan yang disalurkan meliputi Bantuan Isi Hunian sebesar Rp3 juta per penerima, Stimulan Ekonomi Rp5 juta per penerima, serta Bantuan Hidup (Jadup) sebesar Rp1.350.000 per jiwa.
“Bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk membantu masyarakat bangkit dan mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana,” kata Jeffry saat meninjau penyaluran bantuan.
Berdasarkan data Pemko Langsa, jumlah penerima bantuan pascabencana mencapai 31.772 kepala keluarga dengan total nilai bantuan sebesar Rp374.639.200.000.
Namun, Jeffry mengungkapkan masih ada sekitar 25 ribu jiwa yang belum menerima Jadup karena anggaran sekitar Rp35 miliar masih dalam proses pencairan di Kementerian Keuangan.
“Kami berharap masyarakat yang belum menerima Jadup dapat bersabar. Setelah proses administrasi selesai, bantuan akan segera disalurkan,” ujarnya.
Menurut Jeffry, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan keluarga, memperbaiki kondisi ekonomi rumah tangga, dan mempercepat pemulihan pascabencana.
Penyaluran bantuan tahap II ini turut dihadiri Ketua DPRK Langsa Melvita Sari, Plt Kepala Dinas Sosial Kota Langsa Darma Putra, perwakilan Kementerian Sosial, PT Pos Indonesia, serta Badan Pusat Statistik (BPS).
Sementara itu, sejumlah warga penerima bantuan mengaku bersyukur karena bantuan yang diterima dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mendukung usaha mereka yang terdampak bencana.
Editor: RAHMAD


Komentar