SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KABAR DAERAH NEWS
Beranda » Diduga Abaikan Standar Teknis, Pengaspalan Jalan Nasional Medan-Banda Aceh di Langsa Tetap Dikebut Saat Hujan

Diduga Abaikan Standar Teknis, Pengaspalan Jalan Nasional Medan-Banda Aceh di Langsa Tetap Dikebut Saat Hujan

Diduga Abaikan Standar Teknis, Pengaspalan Jalan Nasional Medan-Banda Aceh di Langsa Tetap Dikebut Saat Hujan

KABARRAKYAT.news – Proyek pengaspalan Jalan Nasional Medan-Banda Aceh yang melintasi Kota Langsa menuai sorotan. Pasalnya, pekerjaan yang dilaksanakan PT Putra Nanggroe Aceh diduga tetap dikebut meski hujan mengguyur lokasi proyek, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas hasil pekerjaan.

Pantauan Kabarrakyat.news di lapangan, Senin (20/7/2026), memperlihatkan proses penghamparan aspal tetap berlangsung di tengah hujan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kualitas perkerasan jalan apabila tidak memenuhi spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.

Revitalisasi SMP Negeri 1 Kejuruan Muda Rp2,65 Miliar Diduga Gunakan Kusen Lama dan Rangka PVC Bekas Banjir

Berdasarkan standar teknis pekerjaan perkerasan beraspal, suhu campuran hotmix saat penghamparan idealnya berada pada kisaran 130 hingga 150 derajat Celsius.

Selain itu, kondisi cuaca menjadi faktor penting karena air hujan dapat mengganggu daya ikat antara aspal dan agregat serta memengaruhi proses pemadatan.

Kinerja Satreskrim Polres Sabang Disorot, Kaperwil Mitrapol Minta Kapolres Baru Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Pengaspalan Jalan Nasional Medan-Banda Aceh di Langsa Tetap Dikebut Saat Hujan. (Dok KR)

Ketentuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Standar Nasional Indonesia (SNI) juga mengatur bahwa setiap pekerjaan pengaspalan harus memenuhi spesifikasi teknis agar menghasilkan konstruksi jalan yang berkualitas, aman, dan memiliki umur layanan sesuai perencanaan.

Sejumlah warga mempertanyakan keputusan pelaksana proyek yang tetap melanjutkan pekerjaan di tengah hujan.

“Sangat terburu-buru. Kenapa tidak dihentikan sementara sampai hujan reda?” kata Razali, warga yang berada di sekitar lokasi proyek.

Selain dugaan mengabaikan faktor cuaca, pengawasan di lapangan juga dinilai belum optimal karena pekerjaan tetap berlangsung meski kondisi tidak mendukung.

Proyek tersebut juga menuai sorotan dari sisi keterbukaan informasi. Hingga berita ini ditulis, nilai kontrak maupun besaran anggaran proyek yang diduga bersumber dari APBN belum dapat diketahui publik. Informasi tersebut juga tidak tercantum secara jelas pada papan proyek di lokasi.

Petugas lapangan PT Putra Nanggroe Aceh, Budi, mengaku tidak mengetahui nilai kontrak pekerjaan tersebut.

“Saya tidak tahu berapa jumlah anggarannya. Saya hanya orang lapangan. Kalau bapak wartawan ingin mengetahui nilai kontraknya, silakan datang ke kantor kami di Meulaboh,” ujarnya kepada Kabarrakyat.news.

Saat ditanya mengenai pelaksanaan pengaspalan di tengah hujan, Budi menilai kondisi tersebut tidak menjadi persoalan.

“Bisa itu, tidak apa-apa, karena bawahnya masih panas,” katanya singkat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Putra Nanggroe Aceh, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelaksanaan pengaspalan saat hujan, pengawasan pekerjaan, maupun nilai kontrak proyek tersebut. (Raja)

Editor: RAHMAD

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement