KABARRAKYAT.news — Kondisi jalan penghubung Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, menuju Kabupaten Aceh Tamiang kembali dikeluhkan warga. Kerusakan parah membuat sejumlah titik badan jalan berubah menjadi kubangan air dan lumpur.
Parahnya kondisi jalan bahkan menyebabkan sebuah ambulans terjebak saat melintas di kawasan Kekening, Desa Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Rabu (23/9/2026).
Beruntung, ambulans tersebut tidak sedang membawa pasien. Namun, kejadian itu kembali memunculkan kekhawatiran warga terhadap akses pelayanan kesehatan, terutama saat kendaraan darurat harus membawa pasien dalam kondisi membutuhkan penanganan segera.
Tokoh masyarakat Kecamatan Simpang Jernih, Said Ibnu Umar, mengatakan kerusakan jalan tersebut telah berlangsung cukup lama dan belum mendapat penanganan maksimal.
“Jalan ini sudah sangat lama rusak parah dan belum pernah diperbaiki secara maksimal. Apalagi sekarang musim hujan dengan curah hujan yang tinggi, kondisi jalan semakin parah,” kata Said.
Menurut dia, persoalan tersebut bukan sekadar mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berpotensi menghambat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
“Kalau ada pasien sakit yang harus dirujuk secara mendadak, kita khawatir terjadi keterlambatan karena kondisi jalan tidak bisa dilalui kendaraan dengan mudah. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Said kemudian menyampaikan kondisi tersebut kepada Camat Simpang Jernih, Cut Seri Wahyuni, agar keluhan warga kembali diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.
Menanggapi hal itu, Cut Seri Wahyuni mengatakan pihak kecamatan telah berulang kali melaporkan kerusakan ruas jalan Simpang Jernih-Aceh Tamiang kepada Pemkab Aceh Timur.
“Sudah berulang kali kami laporkan kepada Bupati Aceh Timur bahwa kondisi Jalan Simpang Jernih-Aceh Tamiang rusak parah. Proposal juga sudah beberapa kali kami sampaikan,” kata Cut Seri Wahyuni.
Ia menjelaskan, usulan perbaikan jalan tersebut telah disampaikan sejak masa Penjabat Bupati Aceh Timur Amrullah dan Mahyuddin. Usulan serupa kemudian kembali diajukan kepada Bupati Aceh Timur definitif, Iskandar Usman Alfarlaky.
Kondisi jalan yang kembali memburuk saat musim hujan membuat warga berharap pemerintah segera memberikan penanganan, khususnya pada titik-titik yang menjadi akses utama kendaraan dan pelayanan darurat masyarakat. (SI/Red)

Komentar