KABARRAKYAT.news – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menegaskan pentingnya sinergi ulama dan umara dalam membangun daerah. Pemerintah, menurutnya, membutuhkan nasihat dan bimbingan ulama agar kebijakan tetap berpihak kepada masyarakat dan berlandaskan nilai-nilai agama.
Hal itu disampaikan Al-Farlaky saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Muzakarah ke-9 di Kompleks Dayah Abu Keude Dua, Gampong Keude Dua, Kecamatan Darul Ihsan, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan yang dipimpin Abu H. Abdul Wahab atau Abu Keude Dua tersebut turut dihadiri sejumlah ulama kharismatik Aceh, di antaranya Waled H. Nuruzzahri (Waled Nu Samalanga), Abuya H. Syaikh Abdurrauf Al-Khalidy (Abuya Labuhan Haji), Abu H. Abdullah Ibrahim (Abu Tanjong Bungong), Abu H. Idris A. Jalil (Abu Julok), serta sejumlah ulama lainnya.
“Tidak ada sekat antara pemerintah dan ulama. Ulama adalah panutan umat, tempat kita meminta nasihat dan petunjuk. Pemerintah tidak boleh berjalan sendiri. Ulama dan umara harus bersama-sama, saling memperkuat demi kemaslahatan masyarakat,” ujar Al-Farlaky.
Ia menegaskan, pembangunan Aceh Timur tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperkuat kehidupan beragama, akhlak, dan sosial masyarakat.
Al-Farlaky juga menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan para ulama sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintahan. Ia mengajak para ulama mendukung program pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat hingga ke pelosok gampong.
Dalam kesempatan tersebut, Al-Farlaky mengusulkan agar hasil Muzakarah ke-9 dihimpun dan dibukukan melalui koordinasi Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) bersama Dinas Syariat Islam Aceh Timur.
Buku tersebut diharapkan dapat disebarluaskan kepada para imum gampong di seluruh Aceh Timur sebagai rujukan dalam membimbing masyarakat dan menjawab persoalan keagamaan.
Ia berharap muzakarah tersebut melahirkan pemikiran yang bermanfaat, memperkuat ukhuwah, serta menjadi pedoman bagi umat dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah perubahan zaman.
“Forum muzakarah memiliki arti penting karena mempertemukan para ulama untuk berbagi pandangan, memperkuat ukhuwah, dan memberikan nasihat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Editor: RAHMAD

Komentar