SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
EKONOMI KABAR DAERAH
Beranda » Pasca Banjir, 300 Hektare Tambak Warga Langsa Dipulihkan, 10 Juta Benih Udang Ditebar

Pasca Banjir, 300 Hektare Tambak Warga Langsa Dipulihkan, 10 Juta Benih Udang Ditebar

Pemerintah bersama sejumlah pihak mulai memulihkan sektor perikanan masyarakat Kota Langsa, Aceh, yang terdampak bencana banjir.

KABARRAKYAT.news — Pemerintah bersama sejumlah pihak mulai memulihkan sektor perikanan masyarakat Kota Langsa, Aceh, yang terdampak bencana banjir.

Sebanyak 300 hektare tambak masyarakat mendapat intervensi pemulihan melalui bantuan benih dan pakan udang vaname.

Ribuan Warga Padati HUT ke-25 Kota Langsa, Opick dan Fahmil Arabi Hibur Masyarakat

Penebaran benih secara simbolis dilakukan Ketua Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pusat Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin bersama Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra di Gampong Sungai Pauh Pusaka, Kecamatan Langsa Barat, Rabu (7/10/2026).

Program tersebut dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup 55 hektare tambak, sedangkan tahap kedua mencapai 245 hektare.

Al-Farlaky: Ulama dan Umara Harus Bersinergi Bangun Aceh Timur

Secara keseluruhan, sekitar 10 juta benih udang vaname disiapkan untuk mendukung pemulihan 300 hektare tambak masyarakat.

Guslin mengatakan pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut dia, masyarakat perlu kembali memiliki kegiatan produktif agar perekonomian mereka dapat pulih.

“Kita tidak ingin masyarakat hanya menerima bantuan untuk bertahan. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat dapat kembali berproduksi, kembali memiliki penghasilan, dan secara bertahap membangun kembali kehidupannya melalui usaha yang mereka kuasai,” ujar Guslin.

Pemulihan berlanjut hingga 2028

Guslin memastikan pemerintah pusat masih akan melanjutkan program rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana hingga 2028.

Ia mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp101 triliun untuk penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga 2028.

“Untuk Aceh, termasuk Kota Langsa, sampai dengan 2028 program pemerintah pusat akan terus kita jalankan,” katanya.

Guslin juga menyebut perkembangan pemulihan di Kota Langsa menunjukkan hasil positif.

Dari 13 indikator pemulihan yang dipantau pemerintah pusat, Kota Langsa disebut menjadi salah satu daerah dengan perkembangan indikator yang baik.

“Saya ke sini untuk memastikan sejauh mana penanganan selama 2026, khususnya terkait pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi di Kota Langsa,” ujar Guslin.

Berdasarkan hasil peninjauan sejumlah lokasi, progres rehabilitasi dan rekonstruksi di beberapa sektor telah berada di atas 60 persen.

Namun, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang membutuhkan penanganan lanjutan, termasuk kawasan Krueng Langsa yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Bantuan untuk pengolahan ikan

Selain benih udang, Satgas PRR bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga menyerahkan 45 paket coolbox kepada 10 Unit Pengolah Ikan (UPI) di Kota Langsa.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga mutu hasil perikanan sekaligus mendukung aktivitas pengolahan.

Wali Kota Langsa Jeffry Sentana mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya menggerakkan kembali perekonomian masyarakat setelah bencana.

“Khususnya hari ini kita membagikan bibit udang kepada kelompok masyarakat dengan jumlah luasan mencapai 300 hektare,” kata Jeffry.

Menurut dia, bantuan coolbox juga dibutuhkan pelaku usaha pengolahan hasil perikanan.

Jeffry berharap kolaborasi pemerintah pusat dan daerah terus berlanjut sehingga masyarakat terdampak bencana dapat kembali berproduksi dan meningkatkan pendapatan.

Setelah kegiatan penebaran benih, rombongan meninjau lokasi lahan hunian tetap (huntap), landasan pesawat, dan Pelabuhan Kuala Langsa di Gampong Timbang Langsa.

Pemulihan sektor tambak diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pembudidaya, tetapi juga menggerakkan tenaga kerja, perdagangan sarana produksi, distribusi hasil perikanan, hingga usaha pengolahan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Satgas PRR Kombes Pol Reinhard Reimond Huwae, Kapolres Langsa AKBP Hyrowo, Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf. Fiska Bagus Tri Sunaryanto yang diwakili Danramil 22/Langsa Barat Kapten Kav. Khairul Nizam, Sekda Kota Langsa Suhartini, Plt Kepala DPPKP Sopian, Kepala BPBD Kota Langsa Yusuf Akbar, serta jajaran Satgas PRR dan perwakilan KKP.

Editor: RAHMAD

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×