KABAR RAKYAT – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mulai mempertimbangkan pengerahan aset militer AS untuk bantu Israel menyerang fasilitas nuklir Iran.
Sejak akhir pekan lalu, diskusi diantara para pejabat AS masih perpusat dalam upaya menemukan solusi diplomatik sebagai jalan keluarnya.
Namun, pada Selasa 17 Juni 2025 waktu negara setempat, Trump mengisyaratkan kesabarannya terhadap diplomasi mulai menipis.
“Saya tidak begitu berminat untuk berunding dengan Iran,” kata Trump kepada wartawan, usai kembali dari pertemuan KTT G7 di Kanada seperti Dilansir dari CNNIndonesia, Kamis, 19 Juni 2025.
Trump menyebutkan tujuannya di Iran adalah akhir yang sesungguhnya yakni bukan gencatan senjata. Lalu, pernyataannya dimedia sosial Truth Social menyerukan “Menyerah Tanpa Syarat”. Bahkan Dia menegaskan AS tahu lokasi pemimpin tertinggi Iran Ayatollah All Khamenel.
Saat ini pejabat militer AS juga tengah mempersiapkan kemungkinan Trump akan memutuskan untuk memerintahkan Angkatan Udara AS membantu mengisi bahan bakar jet tempur Israel saat negara Yahudi itu menyerang Iran.
Israel telah melancarkan serangan udara ke Iran yang menargetkan sejumlah fasilitas nuklir dan militer. Serangan ini telah menewaskan lebih dari 200 warga sipil, termasuk sejumlah petinggi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Ditengah ancaman Israel dan AS, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khaemeni menegaskan musuh akan menerima hukuman yang berat.
“Kita harus memberikan tanggapan yang kuat terhadap rezim Zionis teroris. Kami tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada Zionis,” ujarnya. (Red)


Komentar