KABARRAKYAT.news — Satu unit mobil dump truk yang dilengkapi baby tank dan diduga mengangkut bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar diamankan jajaran Polres Pelalawan, Senin (24/8/2026) malam.
Kendaraan tersebut diamankan setelah warga mencurigai aktivitas pengangkutan solar subsidi dari salah satu SPBU di Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM jenis solar di SPBU Nomor 14.264.633 Pangkalan Kerinci kerap dipadati berbagai jenis kendaraan. Di antaranya mobil pikap, colt diesel, dump truk, bus hingga kendaraan yang diduga telah dimodifikasi atau dilengkapi wadah tambahan.
Pada Senin malam sekitar pukul 21.30 WIB, warga melihat satu unit dump truk berwarna kuning dengan nomor polisi BM 9683 BA keluar dari SPBU tersebut.
Untuk memastikan dugaan muatan BBM subsidi, warga kemudian mengikuti kendaraan hingga berhenti di kawasan BLP (Bumi Lagi Permai), Blok H, Pangkalan Kerinci.
Tak lama berselang, seorang pria bernama Mori datang dan mengaku sebagai pemilik kendaraan. Kehadiran warga yang mengikuti kendaraan tersebut sempat memicu perdebatan.
Sumber menirukan pernyataan Mori yang disebut meminta warga tidak mencampuri keberadaan kendaraan tersebut.
Situasi sempat memanas. Warga kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk menghindari terjadinya keributan sekaligus meminta dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan.
Tidak lama kemudian, satu unit mobil patroli Polres Pelalawan tiba di lokasi dan mengamankan dump truk tersebut. Sementara pengemudi kendaraan dilaporkan melarikan diri setelah mengetahui polisi datang.
Dari pemeriksaan awal, dump truk tersebut diketahui dilengkapi baby tank yang diduga berisi solar dengan kapasitas lebih dari 1.000 liter.
Kendaraan beserta muatannya kemudian dibawa dan diamankan di Mapolres Pelalawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Pelalawan terkait status hukum kendaraan, pemilik maupun pengemudi, serta asal dan tujuan BBM yang diduga diangkut tersebut.
Polisi juga diharapkan dapat mengusut dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tersebut secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya jaringan yang terlibat. (Sona)


Komentar