SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IKLAN
HUKUM KABAR DAERAH
Beranda » Wabup Pidie Jaya Diduga Aniaya Kepala SPPG, YARA Sebut Arogansi Kekuasaan

Wabup Pidie Jaya Diduga Aniaya Kepala SPPG, YARA Sebut Arogansi Kekuasaan

Wabup Pidie Jaya Diduga Aniaya Kepala SPPG, YARA Sebut Arogansi Kekuasaan
Ketua YARA Pidie Jaya, Muhammad Zubir. (Dok Net)

PIDIE JAYA, KABAR RAKYAT — Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Pidie Jaya mengecam keras dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, terhadap Muhammad Reza, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sagoe, Kecamatan Trienggadeng. Peristiwa itu terjadi pada Kamis pagi, 30 Oktober 2025, dan menyebabkan korban harus dirawat di puskesmas setempat.

Ketua YARA Pidie Jaya, Muhammad Zubir, menilai tindakan kekerasan itu sebagai bentuk arogansi kekuasaan yang mencoreng wajah pemerintahan daerah.

Jaksa Tangguhkan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa

“Tindakan kekerasan apa pun tidak dibenarkan oleh hukum, apalagi dilakukan oleh seorang pejabat publik. Ini sangat memalukan dan merusak citra daerah,” kata Zubir dalam keterangannya, Jumat (31/10).

Ia menyesalkan peristiwa ini terjadi saat Kabupaten Pidie Jaya tengah bersiap menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Aceh ke-37 — sebuah momentum penting yang seharusnya meningkatkan citra daerah di mata publik.

Wali Kota Langsa: Sensus Ekonomi 2026 Penting untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Daerah

“Citra Pidie Jaya sedang naik karena akan menjadi tuan rumah MTQ Aceh. Tapi hal itu justru dirusak oleh tindakan tidak pantas dari wakil bupati sendiri,” ujarnya.

Zubir meminta agar korban segera membuat laporan ke Polres Pidie Jaya atau Polda Aceh agar kasus ini ditangani secara hukum. Menurutnya, penegakan hukum yang transparan penting untuk memberi efek jera dan mencegah kekerasan serupa di masa depan.

“Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi semua pejabat agar tidak membiasakan diri menggunakan kekerasan. Masyarakat berhak melihat proses hukum yang terbuka,” kata Zubir.

Ia juga menegaskan bahwa korban merupakan bagian dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) — program nasional prioritas pemerintah untuk anak sekolah.

“Korban adalah pelaksana program strategis presiden di bidang gizi. Kekerasan terhadap pejabat seperti ini bukan hanya mencederai individu, tapi juga melecehkan semangat pelayanan publik,” tutup Zubir.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement