BANDA ACEH, KABAR RAKYAT — PT PLN (Persero) meminta maaf karena pasokan listrik di Aceh pascabencana banjir dan longsor belum sepenuhnya pulih. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut kerusakan masif pada jaringan transmisi menjadi hambatan utama.
Kerusakan terparah terjadi pada jalur Bireuen–Arun, tempat enam tower roboh akibat banjir bandang. Hal ini membuat pembangkit di Arun tidak dapat mengaliri Banda Aceh secara optimal sehingga pemadaman bergilir masih terjadi. Upaya sinkronisasi jaringan yang dilakukan PLN pada 8 Desember juga tertunda karena hambatan teknis.
PLN mengangkut material perbaikan tower melalui helikopter karena akses darat terputus. Empat kabupaten—Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues—sudah kembali menyala, namun sejumlah desa dan jaringan tegangan rendah masih dalam perbaikan.
Kerusakan lima tower di jalur Langsa–Pangkalan Brandan turut memutus sistem Aceh dari Sistem Sumatera. Perbaikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar sepuluh hari. Banda Aceh masih defisit pasokan sekitar 40 MW.
PLN menambah genset untuk fasilitas layanan publik dan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, daerah, serta TNI–Polri untuk membuka akses wilayah terdampak.
“Kami berkomitmen memulihkan kelistrikan Aceh secepat mungkin,” kata Darmawan, Selasa (9/12/2025).

Komentar