ACEH KABAR DAERAH NEWS
Beranda » Anggota DPRK Desak Pemerintah Segera Bangun Huntara untuk Korban Banjir Aceh Timur

Anggota DPRK Desak Pemerintah Segera Bangun Huntara untuk Korban Banjir Aceh Timur

Anggota DPRK Desak Pemerintah Segera Bangun Huntara untuk Korban Banjir Aceh Timur
Anggota DPRK Desak Pemerintah Segera Bangun Huntara untuk Korban Banjir Aceh Timur. (Dok Ist)

ACEH TIMUR, KABAR RAKYAT — Anggota DPRK Aceh Timur dari Fraksi Partai Aceh (PA), Zulfahmi, SH, mendesak pemerintah daerah dan pusat segera membangun hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang yang melanda sejumlah kecamatan di Aceh Timur sejak 26 Oktober 2025.

Desakan itu disampaikan Zulfahmi saat meninjau langsung lokasi pengungsian di beberapa kecamatan terdampak, di antaranya Simpang Jernih, Serba Jadi, dan Idi Tunong. Ia menilai, hingga kini penanganan pascabencana masih jauh dari memadai, sementara ribuan warga kehilangan tempat tinggal.

Polda Aceh Bantah Penetapan Tersangka Bupati Aceh Timur Dalam Kasus Beasiswa 2017

“Ini bukan banjir biasa. Kerusakannya sangat parah. Rumah warga habis tersapu, jalan dan jembatan terputus, bahkan permukiman berubah menjadi alur sungai,” kata Zulfahmi, Jumat (2/1/2026).

Di Kecamatan Serba Jadi, sedikitnya tujuh desa dilaporkan mengalami kerusakan terparah. Lebih dari 80 persen rumah warga rusak berat. Di Desa Ujung Karang, sebagian bangunan masih berdiri, namun tak lagi layak huni.

Akibat Judol, Pria Aceh Tamiang Aniaya Rekan Kerja dan Rampas HP

Zulfahmi menegaskan, lambannya penyediaan hunian sementara akan memperparah penderitaan korban, terutama perempuan, anak-anak, dan lansia yang hingga kini masih bertahan di posko pengungsian dengan fasilitas terbatas.

“Rumah sementara harus segera disiapkan. Jangan biarkan warga terlalu lama hidup dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti indikasi kuat kerusakan hutan di kawasan hulu sungai sebagai penyebab utama banjir bandang. Tumpukan kayu besar yang terseret hingga ke permukiman warga, menurutnya, menjadi bukti nyata rusaknya ekosistem akibat aktivitas pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Ada pembiaran terhadap perusakan hutan. Dampaknya kini ditanggung masyarakat kecil,” tegasnya.

Selain menyerahkan bantuan dan menghibur anak-anak pengungsi, Zulfahmi menyebut kunjungannya bertujuan memantau langsung kinerja pemerintah dalam penanganan bencana. Ia menuntut penanganan yang tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menyentuh kebutuhan dasar korban secara menyeluruh.

“Kesehatan, pendidikan anak, logistik, hingga layanan darurat harus benar-benar hadir. Pemerintah tidak boleh absen,” kata Zulfahmi.

Ia menegaskan, pemulihan pascabencana harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan, bukan sekadar janji. “Pemerintah harus bersikap dan berbuat nyata untuk masyarakat Aceh Timur,” ujarnya.

Penulis: Razali
Editor: Rahmad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement