KABAR DUNIA
Beranda » Gempa Berkekuatan 7,4 Magnitudo Guncang Porta Vila, Ancaman Tsunami?

Gempa Berkekuatan 7,4 Magnitudo Guncang Porta Vila, Ancaman Tsunami?

Gempa Berkekuatan 7,4 Magnitudo Guncang Porta Vila, Ancaman Tsunami?
foto © Copyright (c) 2016 TEMPO.CO.

KABAR RAKYAT -Gempa berkekuatan 7,4 magnitude melanda dekat Porta Vila, ibu kota Vanuatu Selasa, 17 Desember 2024. Peristiwa ini memicu peringatan tsunami untuk sejumlah negara kepulauan di wilayah Pasifik.

Dikutip dari AP News, kedalaman gempa mencapai 43 kilometer yang diikuti oleh gempa susulan berkekuatan 5,5 di dekat lokasi yang sama. Rekaman yang diunggah di media sosial menunjukkan jendela-jendela tertekuk dan pilar-pilar beton runtuh di sebuah gedung yang menampung kedutaan besar asing di Port Vila. Kedutaan besar yang rusak termasuk milik Amerika Serikat, Prancis, Selandia Baru, dan Inggris, menurut laporan kantor berita Reuters.

Dua Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Pemerintah Kejar Jalan Keluar Setelah Iran Beri Sinyal Positif

Kedutaan Besar AS di Port Moresby, Papua Nugini, mengatakan Kedutaan Besar AS di Port Vila telah mengalami kerusakan parah. Kantor Kedubes AS ini akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.

“Pikiran kami tertuju pada semua orang yang terkena dampak gempa bumi ini. Pemerintah AS akan bekerja sama erat dengan mitra kami di Vanuatu,” kata kedutaan dalam sebuah pernyataan.

1.900 Kapal Dilaporkan Masih Tertahan di Selat Hormuz

Dan McGarry, seorang jurnalis yang tinggal di Vanuatu, mengatakan gempa itu adalah yang terbesar yang pernah disaksikannya dalam 20 tahun. Dalam unggahannya di media sosial, McGarry menggambarkan banyak korban akibat gempa. Satu orang mati di Rumah Sakit Pusat Vila. Pusat triase di luar bangsal gawat darurat telah didirikan di luar rumah sakit.

Situs web pemerintah Vanuatu tidak dapat diakses setelah gempa terjadi dan nomor telepon polisi serta lembaga publik lainnya tidak dapat dihubungi. Saluran media sosial untuk badan penanggulangan bahaya geologi negara tersebut dan kantor perdana menteri belum diperbarui.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Honolulu mengatakan telah mengamati gelombang setelah gempa bumi. Ada ancaman tsunami untuk pulau-pulau tetangga, termasuk Fiji, Kepulauan Kermadec, Kiribati, Kaledonia Baru, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Tuvalu, dan Wallis dan Futuna. Namun ancaman tsunami itu kemudian dicabut.

Biro Meteorologi Australia mengatakan tidak ada ancaman tsunami di negara tersebut. Pihak berwenang di Selandia Baru juga mengatakan tidak ada bahaya tsunami.

Seorang juru bicara Palang Merah Australia mengatakan bahwa badan tersebut siap untuk menanggapi jika diminta. “Tim Palang Merah yang terlatih dan berpengalaman sudah berada di lapangan dan siap membantu masyarakat yang terkena dampak dengan barang-barang bantuan yang telah diposisikan sebelumnya,” kata juru bicara tersebut.

Informasi yang dihimpun, gempa menyebabkan bangunan runtuh, menghancurkan mobil, dan beberapa orang dikhawatirkan terjebak di bawah reruntuhan. Tanah longsor terjadi di dekat terminal pengiriman internasional di Port Villa, yang menghalangi akses.

Beberapa jam setelah gempa terjadi, orang-orang berkerumun di luar rumah sakit. Mereka terluka dan menunggu untuk dirawat. Korban luka-luka akibat gempa mencapai 73.000 orang, dari jumlah itu 36.000 orang adalah warga Port Vila.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement