ACEH TIMUR, KABAR RAKYAT — Banjir yang melanda Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, merusak hampir seluruh fasilitas utama Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Dayah Ma’rifatul Ulumi. Akibatnya, aktivitas belajar para santri terancam terganggu dan membutuhkan penanganan segera.
Pimpinan LPI Dayah Ma’rifatul Ulumi, Tgk. Jalaluddin, mengatakan banjir tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga menghilangkan sejumlah perlengkapan penting penunjang pendidikan. Fasilitas yang terdampak meliputi mushalla, balai-balai pengajian, asrama santri, dapur, kantin, perpustakaan, sekretariat, toilet, hingga rumah pimpinan dan dewan guru.
“Kerusakan cukup parah dan berdampak langsung pada keberlangsungan kegiatan pendidikan santri,” ujar Tgk. Jalaluddin, Jumat (9/1/2026).
Selain bangunan, banjir juga merusak dan menghanyutkan berbagai aset pendidikan, seperti pakaian santri, alat pengeras suara, kursi tamu, kitab-kitab, laptop, printer, serta kendaraan operasional berupa sepeda motor dan mobil.
Berdasarkan pendataan sementara, total kebutuhan anggaran untuk perbaikan dan penggantian fasilitas tersebut diperkirakan mencapai Rp 1 miliar. Hingga kini, keterbatasan dana menjadi kendala utama bagi pihak dayah untuk memulai proses pemulihan secara menyeluruh.
Pihak pengelola berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah, lembaga terkait, serta masyarakat luas agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. Tanpa bantuan cepat, kegiatan pendidikan di dayah tersebut dikhawatirkan akan terus terganggu pascabencana. (Red)
Editor: Rahmad


Komentar