SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
ACEH KABAR DAERAH
Beranda » Dua Daerah di Aceh Dilanda Banjir, Yayasan Geutanyoe Imbau Warga Tetap Waspada

Dua Daerah di Aceh Dilanda Banjir, Yayasan Geutanyoe Imbau Warga Tetap Waspada

Warga mengungsi di salah satu sekolah di Gampong Pante Kera, Kecamatan Pante Bidari, Senin, 11 Oktober 2026. Foto: Dok YG

KABARRAKYAT.news – Hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Aceh dan Sumatera Utara mengakibatkan banjir di sejumlah daerah pedalaman.

Banjir terparah terjadi di dua lokasi, yakni di Gampong Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur dan di Gampong Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kapolres Langsa AKBP Hyrowo Ajak Siswa Jauhi Narkoba

Humanitarian Coordinator Yayasan Geutanyoe, Nasruddin, mengatakan pada Minggu, 12 Oktober 2026, jumlah warga yang terdampak banjir di Gampong Pante Kera terus meningkat drastis.

Tercatat sebanyak 116 Kepala Keluarga (KK) telah mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka sudah terendam banjir dengan ketinggian air yang terus naik.

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun, Dek Fadh Perkuat Pasar Komoditas Unggulan dan Pariwisata

“Data yang kami terima dari relawan di lapangan, hingga siang ini sudah 116 KK di Pante Kera yang mengungsi. Mereka sangat membutuhkan bantuan segera,” ujar Nasruddin, kepada kabarrakyat.news, Senin, 11 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, proses evakuasi warga hingga saat ini masih dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat dengan peralatan seadanya. Belum ada bantuan alat evakuasi dari pemerintah yang masuk ke lokasi karena akses yang sulit.

“Warga sangat butuh bantuan dari pemerintah, terutama bahan makanan pokok, air bersih, selimut, dan tenda darurat. Kami berharap BPBD Aceh Timur dan Dinas Sosial segera turun ke lapangan,” harapnya.

Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di Gampong Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Air dengan ketinggian sekitar 50 cm telah memasuki rumah-rumah warga.

Akibatnya, sebagian warga terpaksa mengungsikan barang-barang berharga dan ternak mereka ke daerah yang lebih tinggi untuk menghindari kerugian.

Menyikapi kondisi tersebut, Yayasan Geutanyoe melalui Nasruddin yang juga Penasehat PGX Aceh, mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir dan bantaran sungai agar tetap waspada dan siaga, terutama pada malam hari. Pantau terus perkembangan ketinggian air.

Selain itu, amankan dokumen-dokumen penting, seperti Kartu Keluarga, KTP, ijazah, dan surat-surat berharga lainnya ke dalam plastik atau tempat yang aman.
Amankan barang-barang elektronik dan barang berharga lainnya ke tempat yang lebih tinggi.

Kemudian, bagi warga yang memiliki balita, lansia, dan ibu hamil, agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika air mulai naik. Matikan aliran listrik jika air sudah memasuki rumah untuk menghindari korsleting dan bahaya tersengat listrik dan jangan ragu untuk melapor kepada aparatur desa, relawan, BPBD, dan aparat terdekat jika membutuhkan bantuan evakuasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun harus tetap waspada. Keselamatan jiwa adalah yang paling utama. Jangan menunggu air terlalu tinggi baru mengungsi,” tegas Nasruddin.

Ia juga meminta kepada semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun komunitas relawan untuk saling bahu-membahu membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah banjir di pedalaman Aceh.

Hingga berita ini diturunkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengguyur wilayah Simpang Jernih dan Bandar Pusaka. Dikhawatirkan jika hujan tidak reda, debit air akan terus meningkat dan jumlah pengungsi akan terus bertambah.[]

Editor: Dedek MS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×