KABARRAKAYT.news – Sebanyak 162 siswa SD Negeri Lhok Meudang Ara, Kabupaten Aceh Tamiang, untuk sementara harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di Balai Datok (balai desa) setempat. Hal itu dilakukan karena gedung sekolah sedang menjalani program revitalisasi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepala SD Negeri Lhok Medang Ara, Reza Pahlevi, S.Pd, mengatakan proses belajar mengajar dipindahkan sementara agar pekerjaan rehabilitasi sekolah dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas para siswa.
“Seluruh siswa saat ini belajar di Balai Datok Lhok Medang Ara karena delapan ruang kelas sedang direhabilitasi,” kata Reza kepada Kabarrakyat.news, Sabtu (18/7/2026).
Ia menjelaskan, proyek revitalisasi tersebut mencakup rehabilitasi delapan ruang kelas dan dua unit toilet, berserta mobiler sekolah, lingkungan, dengan nilai anggaran sebesar Rp784.711.394 yang bersumber dari APBN.
Menurutnya, pekerjaan tidak hanya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga melakukan sejumlah penyesuaian konstruksi guna meningkatkan kualitas dan keamanan gedung sekolah.
“Selain merehabilitasi delapan ruang kelas, dinding bagian atas ditinggikan sekitar 50 sentimeter dan lantai juga dinaikkan sekitar 40 sentimeter. Tujuannya agar bangunan lebih aman, nyaman, dan layak digunakan sebagai tempat belajar,” ujarnya.
Reza mengakui pelaksanaan proyek menghadapi tantangan karena harga material bangunan di Aceh Tamiang mengalami kenaikan. Meski demikian, pihak sekolah bersama pelaksana pekerjaan terus berupaya mempercepat proses pembangunan.
Hingga saat ini, progres revitalisasi telah mencapai sekitar 15 persen. Pihak sekolah berharap pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal sehingga para siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang lebih representatif.
“Kami berharap pembangunan segera rampung agar anak-anak bisa kembali belajar di ruang kelas dengan fasilitas yang lebih baik dan nyaman,” pungkasnya. (RAJA)
Editor: RAHMAD

Komentar