KABAR RAKYAT – Badan Intelijen Iran klaim punya banyak dokumen sensitive Israel, beberapa diantaranya terkait dengan rencana dan fasilitas nuklir.
Berdasarkan laporan media pemerintah Iran PressTV yang dilansir Reuters, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel dan tidak jelas apakah laporan itu terkait dengan peretasan yang dilaporkan terhadap pusat penelitian nuklir Israel tahun lalu yang Teheran pilih untuk ungkapkan ditengah meningkatnya ketegangan atas program nuklirnya.
“Meskipun operasi untuk memperoleh dokumen tersebut dilakukan beberapa waktu lalu, banyaknya bahan dan kebutuhan untuk mengangkutnya dengan aman ke Iran mengharuskan pembatasan berita untuk memastikan dokumen tersebut mencapai lokasi yang dilindungi,” terang PressTV, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.
“(Sumber yang mengetahui masalah ini) juga mencatat bahwa dokumen begitu banyak sehingga meninjaunya, bersama dengan melihat gambar dan video, menghabiskan banyak waktu,” tambah PressTV.
Diketahui pada tahun 2018, Perdana Menteri Israel Benjamin Nentahyu mengumunkan agen Israel telah menyita arsip besar dokumen Iran yang menunjukkan Teheran melakukan banyak pekerjaan Nuklir.
Atas hal itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengancam Iran dengan pengeboman jika Teheran tidak mencapai kesepakatan dengan Washington. Namun, Trump pada April melaporkan telah memblokir rencana serangan Israel terhadap situs nuklir Iran demi negoisasi kesepakatan dengan Teheran.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan menghentikan pengadaan Uranium adalah 100 persen bertentangan dengan kepentingan negara. Bahkan dia menolak permintaan utama AS dalam negoisasi untuk menyelesaikan perselisihan selama puluhan tahun terkait ambisi nuklir Teheran. (Red)


Komentar