KABARRAKYAT.news — Kapolres Aceh Timur AKBP Aris Cai Dwi Susanto mengingatkan masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur agar tidak melakukan tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban.
Imbauan itu disampaikan Aris saat memantau simulasi pengamanan unjuk rasa di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur, Rabu (7/10).
Kapolres menyebut pihaknya mendapat informasi adanya warga yang akan menyampaikan aspirasi kepada Bupati Aceh Timur terkait sejumlah persoalan, termasuk hak guna usaha (HGU) dan jaminan hidup (jadup).
Menurut Aris, penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat dalam negara demokrasi. Namun, hak tersebut harus dijalankan dengan tetap mematuhi aturan dan menghormati hak masyarakat lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi agar dilakukan secara tertib, damai dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan aman, sekaligus menjaga agar situasi tetap kondusif,” kata Aris.
Ia meminta masyarakat mengedepankan komunikasi dan dialog dalam menyampaikan tuntutan. Perbedaan pendapat, kata dia, merupakan bagian dari dinamika demokrasi, tetapi tidak boleh berujung pada tindakan anarkis.
“Jangan sampai persoalan yang ingin diperjuangkan justru berkembang menjadi gangguan keamanan atau merugikan masyarakat lainnya,” tegasnya.
Siapkan 500 Personel
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, Polres Aceh Timur menggelar simulasi pengamanan unjuk rasa dengan melibatkan sekitar 500 personel gabungan.
Personel tersebut berasal dari Polres Aceh Timur, Polres Aceh Utara, Polres Langsa, Brimob Polda Aceh dan BPBD Kabupaten Aceh Timur.
Dalam simulasi itu, aparat memperagakan sejumlah skenario pengamanan mulai dari situasi hijau, kuning hingga merah.
Aris mengatakan latihan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel menghadapi berbagai kemungkinan dalam pengamanan aksi penyampaian pendapat.
“Pengamanan aksi tidak semata-mata berorientasi pada tindakan kepolisian. Pendekatan persuasif dan komunikasi dengan peserta aksi tetap menjadi bagian penting,” ujarnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga situasi Aceh Timur tetap aman dan kondusif sehingga masyarakat tetap dapat menyampaikan aspirasi tanpa mengganggu kepentingan umum.
“Yang paling penting adalah bagaimana aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dan pada saat yang sama situasi keamanan tetap terjaga,” pungkas Aris.
Simulasi turut dihadiri Dandim 0104/Aceh Timur, Danyon B Pelopor Sat Brimob Polda Aceh Kompol Muzakir, serta Wakapolres Aceh Timur Kompol H. Abdul Muin.
Editor: RAHMAD

Komentar