KABAR RAKYAT — Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) bersama Orangutan Information Centre (OIC) melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bea Cukai Langsa, Rabu (25/2/2026), dalam rangka memperkuat sinergi sekaligus memberikan apresiasi atas kinerja jajaran Bea Cukai setempat dalam menggagalkan penyelundupan satwa liar dilindungi.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Bea Cukai Langsa mencegah upaya penyelundupan satwa liar dilindungi ke luar negeri, serta komitmen dalam penegakan hukum dan perlindungan keanekaragaman hayati.
Penghargaan diserahkan Direktur Utama YIARI, Karmele Llano Sanchez, didampingi Direktur Operasional Program YIARI Argito Ranting, Direktur Utama OIC Syafrizaldi, serta Manajer Program OIC Dedi Wahyudi.
Dalam kesempatan itu, Karmele Llano Sanchez menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh petugas Bea Cukai Langsa atas dedikasi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pengawasan.
Menurut dia, kolaborasi antara lembaga konservasi, pemerintah, dan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam upaya perlindungan satwa liar dari praktik perdagangan ilegal lintas negara.
“Kerja sama yang solid diharapkan dapat memperkuat upaya Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati dan menjadi contoh dalam perlindungan satwa liar,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan menggagalkan penyelundupan tidak hanya menyelamatkan individu satwa, tetapi juga berkontribusi menjaga keseimbangan ekosistem serta melindungi warisan alam Indonesia bagi generasi mendatang.
Sementara itu, pihak Bea Cukai Langsa menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan serta bersinergi dengan berbagai pihak dalam mencegah peredaran dan perdagangan satwa liar dilindungi.
Upaya tersebut dinilai sebagai bagian penting dalam menjaga kelestarian sumber daya alam hayati dan mendukung penegakan hukum di wilayah perbatasan.


Komentar