KABAR DAERAH NASIONAL
Beranda » Kerusakan Parah Jalan Lintas Aceh Tenggara – Tanah Karo Luput dari BBPJN Sumut

Kerusakan Parah Jalan Lintas Aceh Tenggara – Tanah Karo Luput dari BBPJN Sumut

Kerusakan Parah Jalan Lintas Aceh Tenggara - Tanah Karo Luput dari BBPJN Sumut
Kondisi Jalan Lintas Aceh Tenggara - Tanah Karo. Foto : (Doc.KR-Sumardi)

KABAR RAKYAT -Parahnya kondisi jalan nasional lintas Aceh Tenggara-Kabupaten Karo jadi perhatian serius masyarakat. Khususnya warga Aceh Tenggara dan Gayo Lues.

Mereka menyoal kerusakan jalan nasional di Kabupaten Dairi dan Tanah Karo Provinsi Sumatera Utara. Pengendara kerap mengeluhkan tentang lebar jalan yang tak memadai (sempit), bergelombang, hinga dipenuhi lubang yang jadi tanpak seperti “kolam renang” lantaran jadi tempat genangan air hujan.

Mantan Gubernur Aceh Dr Zaini Abdullah Meninggal Dunia

Bukan hanya itu, akibat parahnya kerusakan jalan, membuat saluran parit di sejumlah titik jadi tersumbat. Belum lagi material longsor yang menempel di jalan.

“kondisi ini terkesan luput dari perhatian Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara (BBPJN Sumut),” tandas Supardi, warga Aceh Tenggara, Rabu (8/1/2025).

Polisi Selidiki Dugaan Ledakan KMP Aceh Hebat 2, 15 Orang Alami Luka Bakar

Menurutnya, kerusakan jalan tak pernah tuntas diperbaiki sehingga berdampak terhadap perekonomian masyarakat Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tenggara yang membawa hasil bumi untuk di pasarkan ke kota Medan.

“begitu pula sebaliknya, masyarakat yang membawa sembako dan kebutuhan lain, serta jasa angkutan jadi ikut terdampak,”beber Supardi.

Selain itu, lanjut Supardi, kerusakan akses jalan diduga dimanfaatkan sejumlah oknum untuk melakukan aksi pungutan liar (Pungli) dengan cara meminta sumbangan kepada pengguna jalan seperti mobil angkutan, dumtruk hingga mobil pribadi yang melintas.

“Mereka menyodorkan ember untuk diletakkan uang, kalau tidak diberikan, besar kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,”ujarnya lagi.

Mewakili keluhan warga, Supardi meminta BBPJN Sumatera Utara agar memperbaiki jalan lintas tersebut hingga tuntas.

“Jalan Nasional di lintasan Tanah Karo seperti Desa Lou Solu, Desa Lau Kesumpat, Desa Bandar Purba, Kecamatan Mardinding, Kinangkong dan sejumlah lokasi lainnya hingga menuju Tiga Binanga yang masih bertaburan jalan berlubang dan amblas” sebut dia.

Lebih jauh Supardi menjelaskan, bahwa jalan Nasional tersebut sudah bertahun-tahun rusak dan tak pernah tuntas diperbaiki. Kondisi kerusakan jalan nasional disebutnya sangat berdampak ke perekonomian masyarakat.

Misalnya, sambung dia, hasil bumi yang dibawa ke Medan untuk dipasarkan bisa menyebabkan kualitas menjadi kurang baik sehingga harga jual menjadi murah. Kemudian sebaliknya, harga sembako mahal dikarenakan dampak kerusakan jalan nasional yang begitu parah.

Supardi juga mendesak pihak Kementerian PUPR agar memprioritaskan anggaran tahun 2025 untuk perbaikan dan pelebaran jalan Nasional di lintasan Tanah Karo Provinsi Sumatera Utara menuju Aceh Tenggara Provinsi Aceh.

” Komisi V DPR RI Dapil Aceh dan Sumut diharapkan bisa mengawal implementasi penganggaran pada sektor perbaikan jalan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Aceh Tenggara-Gayo Lues dan juga sebagian masyarakat dari Sumatera Utara” harap dia. (Sumardi).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement