EKONOMI
Beranda » Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Negara Capai 8 Persen

Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Negara Capai 8 Persen

Indonesia Semakin Kuat di Dunia Internasional dengan Prabowo di Sidang PBB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Foto : KSP

KABAR RAKYAT – Pemerintah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto targetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen selama lima tahun kedepan.

Wakil Menteri Investasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, mengatakan investasi di sektor maritim akan menjadi salah satu tulang punggung dan memerlukan strategi yang kompetitif.

Harga Sawit Anjlok, Sarbaini Agam Desak Pemerintah Jangan Biarkan Petani Tertekan

“Investasi sektor maritim jadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi negara,” ujarnya dalam acara Indonesia Maritim Week 2025 di Gedung JCC Senayan, Jakarta, 26 Mei 2025.

Sebab, kontribusi sektor maritim untuk pertumbuhan ekonomi nasional dapat melalui pengelolaan logistic dan mejaga rantai pasok.

Luhut Umumkan Uji Coba Penyaluran Bansos Digital Mulai April-Juni

Dikatakan Todotua, wilayah Indonesia merupakan negara kepulauan yang membutuhkan akses logistic yang mudah, murah dan efesien.

“Jadi kita paham mengelola logistic dan rantai pasokan itu adalah kunci dari suksesnya investasi dinegara kita. Investasi ini berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang target kita 8 persen,” ujarnya.

Menurutnya, melalui investasi bukan hanya mendorong PDB Indonesia tetapi juga mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Contohnya, pada 5 tahun pertama Indonesia membutuhkan investasi sekitar US$ 850 miliar dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 15,67 persen per tahun.

“Setiap tahun akan tumbuh dengan targetnya, dan ditahun 2025 target investasi adalah 1.900 triliun rupiah. Jadi ditahun 2024 pemerintah membuat target untuk investasi 1.600 triliun rupiah dan kemudian kita akan mencapai dititik 1.700 triliun rupiah,” jelasnya.

Dirinya mengatakan pemerintah akan focus pada sejumlah investasi yang akan menjadi kunci pertumbuhan negara, diantaranya ; energi terbarukan, hilirisasi, termasuk juga kelautan dan juga perikanan, sektor ketahanan pangan, industry semi konduktor, industry digital dan juga ekspor yang berdasarkan manufaktur, kelautan, kesehatan, kapital atau modal baru seperti Ibu Kota Negara (IKN) dan juga Pendidikan vokasional.

Kata Todotua, investasi yang diharapkan melalui sektor kelautan dan juga perikanan mencapai US$ 15,3 miliar atau setara 2,5 persen dari seluruh investasi total yang dibutuhkan dan direncanakan sampai 2040.

Lanjutnya, Asia Pasifik termasuk Indonesia mengkontribusikan hamper 50 persen dari nilai pasar. Sambungnya, perikanan adalah contributor utama dari US$ 332 miliar diikuti oleh krutasia, molusca dan juga produk-produk lainnya.

“Peluangnya sangat besar. Kita adalah antara negara kepulauan yang terbesar didunia. Kita bersama dengan lebih dari 17 ribu pulau dan kita memiliki garis pantai mencapai 108 ribu kilometer,” pungkasnya. (rzk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement