ACEH EKONOMI KABAR DAERAH
Beranda » BC Langsa Klaim Kinerja 2025 Positif, Penerimaan Melonjak 83,9 Persen

BC Langsa Klaim Kinerja 2025 Positif, Penerimaan Melonjak 83,9 Persen

BC Langsa Klaim Kinerja 2025 Positif, Penerimaan Melonjak 83,9 Persen
Kepala Bea Cukai Langsa, Dwi Harmawanto saat kunjungi petani dan pelaku UMKM di Gayo Lues, November 2025. | Foto Ist

“Capaian ini mencerminkan peran strategis Bea Cukai sebagai garda terdepan pengamanan keuangan negara dan perlindungan masyarakat,” kata Dwi

LANGSA, KABAR RAKYAT — Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Langsa mengklaim kinerja institusinya sepanjang 2025 berjalan positif. Melalui penguatan pelayanan, pengawasan, dan penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai, penerimaan negara disebut tetap terjaga di tengah tingginya risiko peredaran barang ilegal.

Meski Divonis Bebas, Status ASN Zulfikar di Pemko Langsa Belum Dipulihkan

Kepala Bea Cukai Langsa, Dwi Harmawanto, mengatakan karakteristik wilayah kerja yang mencakup jalur perlintasan darat dan perairan menjadi tantangan serius, terutama dalam pengawasan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal serta peredaran Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP).

“Capaian ini mencerminkan peran strategis Bea Cukai sebagai garda terdepan pengamanan keuangan negara dan perlindungan masyarakat,” kata Dwi, Selasa 13 Januari 2026.

Komisi II DPR Minta Maaf Pilih Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman

Penerimaan Tembus 503 Persen Target

Hingga 31 Desember 2025, total penerimaan Bea Cukai Langsa tercatat Rp922,51 juta atau mencapai 503,27 persen dari target Rp183,30 juta. Penerimaan tersebut didominasi sektor cukai sebesar Rp913,08 juta atau 519,74 persen dari target. Sementara penerimaan bea masuk tercatat Rp9,42 juta atau 123,65 persen.

Lonjakan penerimaan ini dinilai signifikan dibandingkan realisasi 2024 yang hanya mencapai Rp501,61 juta. Dengan demikian, penerimaan 2025 meningkat Rp420,90 juta atau tumbuh sekitar 83,9 persen secara tahunan.

Dominasi sektor cukai kembali menegaskan bahwa pengawasan dan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal menjadi penopang utama penerimaan Bea Cukai Langsa.

Penindakan Bernilai Miliaran Rupiah

Di sisi pengawasan, Bea Cukai Langsa menerbitkan lima Surat Bukti Penindakan (SBP) di bidang kepabeanan sepanjang 2025. Penindakan tersebut menyasar sarana pengangkut dan komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Barang yang diamankan meliputi empat truk, satu Toyota Avanza, satu Daihatsu Luxio, 27 sepeda motor, 29 koli suku cadang, tiga mesin motor, serta satu unit sepeda motor milik pelaku. Aparat juga menyita satwa hidup dan tumbuhan ilegal, mulai dari kambing, burung makau, sigung bergaris, kelinci, ratusan burung poksai mandarin dan cica daun dahi emas, hingga tanaman hias dan minuman olahan teh hijau.

Total perkiraan nilai barang hasil penindakan kepabeanan sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp6,46 miliar.

Sementara di bidang cukai, tercatat 79 penindakan dengan barang bukti 6.138.318 batang rokok ilegal. Penyelesaian perkara melalui mekanisme ultimum remedium menghasilkan penerimaan negara sebesar Rp668,50 juta, dengan estimasi nilai barang Rp11,27 miliar dan potensi kerugian negara Rp7,54 miliar.

Ungkap Jaringan Narkotika

Bea Cukai Langsa juga mencatat 18 penindakan NPP sepanjang 2025. Barang bukti yang diamankan berupa 853,56 kilogram sabu, 2,92 kilogram kokain, sekitar 5,82 ton ganja, serta 155.000 butir MDMA.

Penindakan tersebut diklaim mampu mencegah potensi penyalahgunaan narkotika oleh sekitar 1,16 miliar orang, serta menghemat potensi biaya rehabilitasi negara hingga Rp1,87 triliun.

Pembinaan UMKM dan Aksi Sosial

Selain fungsi penegakan hukum, Bea Cukai Langsa juga menjalankan program industrial assistance melalui pembinaan dan pendampingan UMKM, mulai dari edukasi regulasi hingga fasilitasi pemanfaatan fasilitas kepabeanan untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

Di luar itu, Bea Cukai Langsa turut terlibat dalam penanganan banjir yang melanda Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir 2025. Melalui Tim Bea Cukai Peduli, instansi ini menyalurkan sekitar 19 ton bantuan logistik menggunakan kapal patroli dari Pelabuhan Belawan, melakukan evakuasi warga, layanan kesehatan gratis bagi 444 warga, serta mendukung pemulihan jaringan komunikasi bersama PT Telkom Indonesia.

Bea Cukai Langsa menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan berbasis risiko dan sinergi lintas instansi dalam rangka mengamankan penerimaan negara dan melindungi masyarakat.

Editor: Rahmad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement