KABARRAKYAT.news – Dugaan praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi di Aceh kembali menjadi sorotan. Kepala Perwakilan Media Mitrapol Aceh, Teuku Indra Yoesdiansyah, SKM., S.H., mendesak Kapolda Aceh memperketat pengawasan distribusi solar subsidi dengan menempatkan personel kepolisian di seluruh SPBU dan pelabuhan yang dinilai rawan penyimpangan.
Desakan itu disampaikan menyusul masih panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU serta adanya dugaan kendaraan modifikasi yang berulang kali mengisi solar subsidi untuk kepentingan penimbunan.
“MoU sudah ditandatangani dan komitmen telah disampaikan. Namun faktanya antrean solar subsidi masih terjadi di berbagai SPBU. Dugaan kendaraan yang bolak-balik mengisi BBM subsidi juga masih terlihat. Kondisi ini menunjukkan pengawasan di lapangan perlu diperkuat,” kata Teuku Indra, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, komitmen pemerintah daerah dan Forkopimda melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengawasan distribusi BBM bersubsidi perlu diikuti langkah nyata di lapangan.
Ia menilai Kapolda Aceh bersama Pangdam Iskandar Muda dan Kajati Aceh memiliki peran strategis dalam memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan.
“Kapolda Aceh sebagai pimpinan penegak hukum di daerah harus menunjukkan langkah konkret yang didukung penuh oleh Pangdam Iskandar Muda dan Kajati Aceh. Sinergi antarlembaga harus berjalan tanpa kompromi terhadap setiap dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Teuku Indra menyampaikan empat rekomendasi kepada aparat penegak hukum, yakni menempatkan personel di SPBU dan pelabuhan yang dianggap rawan, memperketat pengawasan di kawasan pelabuhan untuk mencegah dugaan penyelundupan BBM bersubsidi, menindak kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang secara tidak wajar, serta mengoptimalkan implementasi MoU Forkopimda melalui operasi penegakan hukum yang terukur.
Ia menegaskan, BBM bersubsidi merupakan hak masyarakat kecil dan sektor produktif sehingga harus dijaga agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang ingin meraup keuntungan pribadi.
“Kalau aparat bertindak tegas dan konsisten, praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi diyakini dapat ditekan,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Teuku Indra juga meminta aparat penegak hukum tidak ragu menindak apabila ditemukan oknum yang terbukti terlibat dalam praktik penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.
“Apabila terbukti ada oknum aparat yang terlibat membekingi praktik tersebut, proses sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu. Namun saya juga meyakini masih banyak anggota TNI dan Polri yang bekerja secara profesional dan tetap menjaga integritas,” pungkasnya.


Komentar