KABARRAKYAT.news — Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Langsa menyiapkan pembangunan kanal banjir di Desa Merandeh Tengah, Kecamatan Langsa Lama, sebagai langkah mitigasi terhadap ancaman banjir yang selama ini mengintai kawasan permukiman warga.
Kanal tersebut direncanakan memiliki enam pintu dengan panjang sekitar satu kilometer. Pembangunan infrastruktur pengendali banjir ini dinilai mendesak karena lokasi berada tidak jauh dari aliran Sungai Krueng Langsa dan menjadi salah satu kawasan yang terdampak ketika sungai meluap.
Kepala Dinas PUPR Kota Langsa, Muzamil, mengatakan pembangunan kanal tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan.
“Urgensinya memang karena ini dekat dengan permukiman penduduk. Saluran dari sungai langsung mengalir ke sini,” kata Muzamil, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, Sungai Krueng Langsa berjarak sekitar 400 meter dari lokasi rencana pembangunan kanal. Ketika debit sungai meningkat dan meluap, kawasan Merandeh Tengah menjadi salah satu daerah yang menerima dampak langsung.
“Kalau sungai meluap, masyarakat di sini langsung terkena dampak. Kemudian air secara berangsur-angsur mengalir ke kawasan kota,” ujarnya.
Selain persoalan luapan sungai, kondisi saluran irigasi di kawasan tersebut juga mengalami sedimentasi cukup signifikan. Kedalaman saluran yang sebelumnya mencapai sekitar 1,5 meter kini hanya tersisa sekitar satu meter setelah bencana hidrometeorologi.
PUPR Langsa mengalokasikan anggaran sekitar Rp750 juta yang bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk pekerjaan tersebut.
Muzamil menyebut pembangunan kanal tidak hanya ditujukan sebagai respons terhadap persoalan banjir, tetapi juga bagian dari program mitigasi bencana dan pemulihan infrastruktur pascabencana.
Dengan pembangunan kanal dan normalisasi aliran air, PUPR berharap potensi genangan serta dampak luapan Sungai Krueng Langsa terhadap permukiman warga dapat ditekan.
Pemerintah Kota Langsa juga diarahkan untuk memastikan penggunaan dana TKD tidak sekadar terserap secara administratif, tetapi benar-benar menghasilkan infrastruktur yang mampu memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat dari ancaman bencana.
Editor: RAHMAD


Komentar