ACEH TIMUR, KABAR RAKYAT — Aliansi Pers meluncurkan serangkaian langkah strategis untuk mengawal ketat proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabanjir di sejumlah wilayah Aceh. Inisiatif ini dilakukan sebagai bentuk kontrol publik agar pemulihan berjalan transparan, akuntabel, dan benar-benar menyentuh kebutuhan korban.
Ketua Aliansi Pers, Masri, menegaskan pihaknya tidak akan sekadar menjadi penonton dalam proses pemulihan bencana. Aliansi akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan investigasi dan observasi faktual, sekaligus membuka informasi kepada publik terkait kondisi riil di daerah terdampak.
“Kami akan memantau langsung pelaksanaan rehab rekon di lapangan dan menyampaikan temuan kepada publik. Ini penting agar bantuan tidak salah sasaran dan tidak diselewengkan,” tegas Masri, Selasa (6/1/26).
Selain fungsi pengawasan, Aliansi Pers juga menyiapkan sejumlah program pendukung, mulai dari pembukaan donasi, layanan hotline pengaduan masyarakat, gotong royong, hingga pendampingan pemulihan trauma (healing psikologi) bagi anak-anak dan perempuan korban banjir.
Masri menyebutkan, kanal donasi dibuka untuk menghimpun bantuan logistik berupa bahan pangan, perlengkapan pribadi, hingga material bangunan yang dibutuhkan dalam proses rekonstruksi. Seluruh bantuan, kata dia, akan disalurkan langsung kepada korban terdampak.
“Siapa pun yang ingin berdonasi, kami siap menerima dan menyalurkannya secara langsung dan bertanggung jawab kepada masyarakat korban banjir,” ujarnya.
Tak kalah penting, Aliansi Pers juga membuka layanan pengaduan masyarakat bagi warga yang menghadapi kendala atau menemukan kejanggalan selama proses pemulihan.
“Masyarakat bisa menyampaikan keluhan melalui hotline HP/WhatsApp di +62 851-7806-4550. Setiap laporan akan kami kaji, dan bila diperlukan, kami akan turun melakukan investigasi lapangan,” pungkas Masri.
Penulis: Razali
Penyunting: Hamdani

Komentar