NEWS PERISTIWA
Beranda » Anggota Polisi Polda Sulsel Tewas di Aspol, Diduga Dianiaya Senior

Anggota Polisi Polda Sulsel Tewas di Aspol, Diduga Dianiaya Senior

Anggota Polisi Polda Sulsel Tewas di Aspol, Diduga Dianiaya Senior
Anggota Polisi Polda Sulsel Tewas di Aspol, Diduga Dianiaya Senior. (Dok Detik)

MAKASSAR — Kematian anggota Polri muda berpangkat Bripda berinisial DP di Asrama Polisi (Aspol) kompleks Polda Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, menyisakan tanda tanya besar. Korban diduga tewas akibat penganiayaan oleh seniornya.

DP sempat dilarikan ke RSUD Daya setelah dikabarkan jatuh sakit usai salat subuh seusai sahur. Namun nyawanya tidak tertolong.

Mantan Gubernur Aceh Dr Zaini Abdullah Meninggal Dunia

Kecurigaan mencuat saat pihak keluarga mendapati adanya kejanggalan pada jasad korban. Tubuh DP disebut mengalami memar dan mulut mengeluarkan darah.

Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Effendi mengatakan pihaknya telah memeriksa enam orang, termasuk rekan seangkatan (lichting) dan senior korban.

Polisi Selidiki Dugaan Ledakan KMP Aceh Hebat 2, 15 Orang Alami Luka Bakar

“Kita belum bisa pastikan korban pengeroyokan atau bukan. Yang pasti kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang, dan mungkin akan bertambah,” ujar Zulham, Minggu (22/2).

Menurut Zulham, untuk memastikan ada tidaknya unsur kekerasan, jenazah dipindahkan ke RS Bhayangkara guna menjalani visum dan kemungkinan autopsi.

“Silakan diperiksa dengan benar, jangan ada yang ditutup-tutupi. Kalau memang ada kekerasan, kita buka,” tegasnya.

Bidang Propam, kata dia, akan menangani perkara ini secara profesional dan transparan. Pemeriksaan visum luar maupun dalam dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian.

“Kalau keluarga mengizinkan, akan dilakukan autopsi. Semua prosedur akan kami jalankan,” tambahnya.

Sejauh ini, keluarga korban masih menunggu hasil pemeriksaan di RS Bhayangkara. Ayah korban, Aipda H Jabir, yang bertugas di Polres Pinrang, bersama keluarga berharap penyebab kematian DP diungkap secara terang.

Jenazah rencananya akan dibawa ke rumah duka di Kabupaten Pinrang setelah proses pemeriksaan selesai.

Kasus ini kembali menjadi sorotan terkait pembinaan internal dan dugaan kekerasan di lingkungan asrama kepolisian. Propam memastikan akan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran atau tindak pidana dalam peristiwa tersebut. (JW/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement