KABAR DAERAH PENDIDIKAN
Beranda » Kemenag Dukung Penuh IAIN Langsa Bertransformasi Menjadi UIN

Kemenag Dukung Penuh IAIN Langsa Bertransformasi Menjadi UIN

Kemenag Dukung Penuh IAIN Langsa Bertransformasi Menjadi UIN
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Prof M Arskal Salim GP. (Dok Ist)

LANGSA, KABAR RAKYAT — Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) menyatakan dukungan penuh terhadap alih status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Dukungan tersebut disampaikan Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Prof. M. Arskal Salim GP, saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) pengembangan kelembagaan IAIN Langsa di Aula Gedung SBSN kampus setempat, Jumat (30/1/2026).

Meski Divonis Bebas, Status ASN Zulfikar di Pemko Langsa Belum Dipulihkan

“Kami telah menerima, memproses, dan menelaah proposalnya. Alhamdulillah, persyaratan sudah terpenuhi dan kini berada di Kemenpan-RB. Kami mendukung penuh IAIN Langsa menjadi UIN,” ujar Arskal.

Menurut Arskal, transformasi status ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, sekaligus memperkuat pemerataan pendidikan tinggi keagamaan Islam, khususnya di Aceh.

Komisi II DPR Minta Maaf Pilih Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman

“Di Aceh saat ini terdapat lima Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Jumlah ini relatif banyak dan harus diiringi dengan peningkatan kualitas agar mampu bersaing,” katanya.

Ia menilai perubahan status menjadi UIN juga akan berdampak pada peningkatan mutu dan daya saing mahasiswa, sehingga lulusan memiliki kepercayaan diri dan kesiapan bersaing dengan perguruan tinggi negeri lainnya.

“Transformasi menjadi UIN harus disertai dengan distingsi yang jelas, memiliki karakter dan corak tersendiri agar mampu menjawab kebutuhan dan tantangan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Arskal menekankan bahwa status UIN diharapkan mendorong peningkatan kualitas riset dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga peran perguruan tinggi keislaman semakin nyata melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ia juga meminta sivitas akademika IAIN Langsa untuk mempersiapkan tata kelola organisasi yang baik, penataan sumber daya manusia, penguatan sistem penjaminan mutu, serta membangun kemitraan strategis dengan para pemangku kepentingan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Langsa Muhammad Haikal Alfisyahrin menyebutkan bahwa IAIN Langsa memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan pengembangan keilmuan Islam, tetapi juga sebagai mitra pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berakhlak.

“Pengembangan kelembagaan bukan hanya soal perubahan struktur, tetapi juga penguatan tata kelola, kualitas SDM, relevansi kurikulum, serta kemampuan institusi menjawab tantangan zaman, baik lokal, nasional, maupun global,” ujarnya.

Menurut Haikal, Pemerintah Kota Langsa berkomitmen memperkuat sinergi dengan IAIN Langsa melalui kolaborasi di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.

Pada kesempatan yang sama, Rektor IAIN Langsa Prof. H. Ismail Fahmi Arrauf Nasution menegaskan bahwa IAIN Langsa lahir dan tumbuh di lingkungan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam.

“IAIN Langsa tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam akhlakul karimah,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran Sekretaris Ditjen Pendis dapat memberikan masukan dan gagasan strategis, sehingga proses transformasi kelembagaan berjalan optimal.

“Semoga cita-cita kami menjadi perguruan tinggi yang unggul, transformatif, moderat, dan berbudaya dapat terwujud, serta alih status menjadi UIN segera terealisasi,” pungkasnya. (R)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement