KABAR RAKYAT -Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh secara resmi menetapkan pasangan Illiza Sa’aduddin Djamal dan Afdhal Khalilullah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh terpilih. Keputusan ini disampaikan oleh Ketua KIP Banda Aceh, Yusri Razali, dalam rapat pleno yang berlangsung di Hermes Hotel Banda Aceh, Kamis (9/1/2025) kemarin, dilansir Jum’at (10/1).
Penetapan tersebut didasarkan pada Berita Acara Nomor 002/PL.02.7-BA/1171/2025, mengenai penetapan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih untuk Pemilihan Kota Banda Aceh 2024.
Yusri menjelaskan bahwa keputusan ini merujuk pada berita acara dan sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dari setiap kecamatan dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh 2024, sesuai dengan Model D Hasil KWK bupati/wali kota.
“KIP Kota Banda Aceh menetapkan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Banda Aceh nomor urut 1 Illiza Sa’aduddin Djamal-Afdhal Khalilullah, dengan perolehan suara sebanyak 44.982 atau 41,24 persen dari total suara sah, sebagai wali kota dan wakil wali kota terpilih Kota Banda Aceh periode 2025-2030 dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota Banda Aceh tahun 2024,” ucap Yusri membacakan putusan berita acara. Berita acara dibuat dalam enam rangkap dan masing-masing ditandatangani oleh ketua dan anggota KIP Banda Aceh.
Selanjutnya, salinan SK tersebut diserahkan kepada pasangan terpilih, panwaslih, pimpinan partai politik pengusul, dan pimpinan DPRK. “Sesuai dengan ketentuan yang ada, satu hari setelah penetapan, kami juga akan menyerahkan kepada DPRK Kota Banda Aceh. Mungkin besok kami akan mengantarkan hasil penetapan ini, sekaligus dengan dokumen pendukung lainnya,” katanya. Sementara itu, wali kota Banda Aceh terpilih, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Kota Banda Aceh dan pemilihnya.
Menurut Illiza, proses Pilkada yang sudah berlalu adalah bukti kepekaan atas permasalahan kota dan keyakinan terhadap berbagai solusi untuk membangun Kota Banda Aceh lebih baik ke depan. “Banda Aceh bukan hanya kota tetapi sebuah simbol kejayaan, keberanian, dan kebijaksanaan. Di kota ini, para sultan dan sultanah telah memimpin dengan kearifan,” kata Illiza dalam sambutannya. Illiza mengatakan, Kota Banda Aceh sudah melalui rangkaian ujian panjang. Semua menjadi saksi perihnya konflik, gempa bumi, dan tsunami.
Semua itu dihadapi dengan keyakinan bahwa Banda Aceh akan mampu tumbuh lebih kuat dan tangguh. “Satu bulan terakhir kami menerima banyak laporan dari berbagai pihak tentang kondisi internal pemerintahan kota Banda Aceh yang sedang menghadapi banyak sekali tantangan,” ujarnya. Atas laporan itu, kata Illiza, pihaknya terus mempelajari dan mencari solusi tepat untuk mengatasinya.
“Maaf sedikit emosional karena pernah memimpin kota dan tahu persis bagaimana perjalanan kota yang lalu dan bagaimana ke depan akan kami hadapi,” kata Illiza meneteskan air mata. Untuk mewujudkan itu semua, Illiza mengajak semua pihak untuk bekerja sama dan berkolaborasi. Menurutnya, ini menjadi kunci paling penting karena kebersamaan menciptakan energi yang jika dikelola dengan baik akan melahirkan berbagai solusi. “Jadi siapa pun kita, di mana pun kita, dan apa pun peran kita, kami mengajak agar kita semua mulai merapatkan barisan untuk bergerak bersama,” kata dia.


Komentar