KABAR RAKYAT – Pj Wali Kota Langsa Dr. Syaridin, S. Pd., M. Pd. menyatakan bahwa Pemko setempat dapat menekan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok sepanjang tahun 2024. Hal itu disebutnya merupakan sebagai langkah-langkah dari hasil rapat koordinasi tentang pengendalian inflasi yang rutin dilaksanakan setiap Senin, secara virtual oleh Kemendagri, diikuti oleh seluruh kepala daerah beserta seluruh Forkopimda.
Alhamdulillah, kata Syaridin, untuk Kota Langsa sepanjang tahun 2024 dapat menekan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok. Artinya dari bulan Januari sampai dengan minggu ke 2 bulan Desember 2024 masih dibawah angka inflasi nasional.
“Minggu ke 2 bulan Desember Indeks Perkembangan Harga (IPH) -0,30%, walaupun ada terjadi kenaikan sedikit untuk cabe merah dan cabe rawit, tetapi masih dibawah harga enceran tertinggi (HET),” sebut Pj Wali Kota Langsa  , dikonfirmasi Selasa (17/12).
Lebih jauh, Syaridin membeberkan, untuk menjaga kestabilan Harga, pemerintah Kota langsa sepanjang tahun 2024 telah melakukan 4 kali pasar murah melalui Dinas Perindagkop dan UKM, 1 kali oleh Dinas Perindagkop Provinsi dan 7 kali Gerakan pasar murah yang dilaksanakan oleh Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan.
“Untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok menjelang natal dan tahun baru, Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan terakhir melaksanakan “Gerakan Pasar Murah” pada Minggu, 14 Desember 2024. Pemerintah Kota Langsa memastikan bahwa kebutuhan dan ketersediaan semua bahan pokok melebihi, artinya masih surplus,” ungkapnya.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah (Pemda), terkait pengendalian inflasi di tengah situasi ketidakpastian global, dan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Hal itu disampaikan Mendagri Tito melalui keterangan tertulisnya, saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2022).
“Melihat situasi global dan juga Natal (dan) Tahun Baru di seluruh dunia termasuk Indonesia, kita justru perlu makin mengintensifkan monitoring terhadap inflasi secara nasional oleh pemerintah pusat dikoordinir, namun di daerah juga perlu untuk mengendalikan inflasi,” tuturnya.
Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa ketidakpastian global yang salah satunya dipicu oleh ketegangan antara Rusia dan Ukraina berdampak multidimensi, termasuk ekonomi dan keuangan dunia.
Apalagi Tito bilang di belahan bumi bagian utara saat ini tengah dilanda musim dingin yang mengakibatkan kenaikan permintaan (demand) energi yang memicu kenaikan harga.
Menurutnya kenaikan harga di bidang energi itu dapat memicu kenaikan-kenaikan harga barang lainnya, energi salah satunya, bahan bakar minyak misalnya, dan gas.
Selain itu, Tito menilai jelang Nataru juga berdampak terhadap potensi adanya inflasi. Hal ini diakibatkan naiknya permintaan terhadap barang dan jasa, termasuk pangan.


Komentar