KABAR RAKYAT – Perdana Menteri Malta, Robert Abela mengumumkan negaranya akan mengakui kemerdekaan Palestina bulan depan.
Sebelumnya seperti negara Spanyol, Irlandia, Slovenia, dan Norwegia sudah mengakui kemerdekaan Palestina pada tahun lalu.
Rober mengatakan tidak bisa menutup mata terhadap tragedy kemanusiaan yang terus memburuk setiap hari yang terjadi di Palestina.
“Kita tidak bisa menutup mata terhadap tragedy kemanusiaan yang terus terjadi setiap hari,” ujarnya dalam sebuah acara Politik seperti dikutip dari Malta Today, Senin, 26 Mei 2025.
Dikatakan Robert, pengakuan kemerdekaan Palestina akan dilakukan pada 20 Juni mendatang. Menurutnya langkah itu merupakan tanggung jawab moral Malta.
Dikesempatan yang sama, Robert juga menyinggung soal tewasnya Sembilan anak Dokter Alaa Al Najjar yang merupakan dokter anak di Palestina. Peristiwa tewasnya anak dokter itu terjadi pada Sabtu, 24 Mei 2025 lalu.
Kejadian tragis menewaskan suami dan sembilan anaknya, hanya satu anaknya yang selamat namun dalam kondisi yang kritis.
“Semua anak-anaknya tewas setelah pasukan Israel menyerang rumahnya di Khan Younis, Selatan Gaza,” ucapnya.
Robert juga mengatakan siap menyambut Dokter Al-Najjar dan keluarganya untuk tinggal di Malta. “Kita sangat siap menyambutnya di Malta,” ujar Robert Abela.
Diketahui, ahresi brutal Israel di Jalur Gaza, Palestina masih berlangsung sejak Oktober 2023 lalu, hamper 54 ribu warga Palestina sudah tewas akibat kekejaman yang dilakukan oleh Israel. Bahkan lebih dari 122 ribu orang juga terluka dalam serang itu. Sebanyak 11 ribu orang juga masih dinyatakan hilang. (rzk)

Komentar