KABAR RAKYAT – Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert sebut Benjamin Nentahyu beserta kabinetnya sebagai penjahat perang. Olmert sendiri sudah bisa lagi membela Israel dari tuduhan kejahatan perang
Dia mengatakan blockade bantuan kemanusiaan yang dilakukan pasukan ziones dan jumlah warga warga Palestina tewas terus meningkat.
Dia menyebut Nentahyu dan anggota sayap kanan pemerintahannya melakukan tindakan yang tak bisa ditafsirkan dengan cara lain.
Sejak Israel melancarkan agresi ke Palestina, Olmert kerap membela negara zionis itu dari tuduhan genosida dan kejahatan perang. Bahkan dia menyakini Israel tidak akan secara sengaja membunuh perempuan dan anak-anak.
Setalah 19 bulan perang, Olmert meruntuhkan argument yang selama ini diyakininya. “Apa yang kita lakukan di Gaza sekarang adalah perang yang menghacurkan, pembunuhan warga sipil tanpa pandang bulu, tanpa batas, kejam dan kriminal,” sebutnya dalam keterangannya, Senin, 2 Juni 2025.
Sejak agresi Israel, lebih dari 54.000 warga Palestina tewas, dari jumlah itu, 28.000 korban adalah perempuan dan anak-anak. Pada Januari, Israel mengklaim telah menewaskan lebih dari 20.000 pejuang Hamas.
Kritik dari Olmert itu ditujukan untuk Nentahyu, Menteri Sayap Kanan Itamar Ben Gvir dan Bezale Smotrich.
“Saya harap pemerintahan ini akan segera lenyap,” pungkasnya. (Red)


Komentar