HUKUM KABAR DAERAH
Beranda » Miris, Diduga Leasingkan Aset Gampong, Mantan Keuchik Pusong Irwansyah Dilaporkan ke Polisi

Miris, Diduga Leasingkan Aset Gampong, Mantan Keuchik Pusong Irwansyah Dilaporkan ke Polisi

Miris, Diduga Leasingkan Aset Gampong, Mantan Keuchik Pusong Irwansyah Dilaporkan ke Polisi
Foto : Ilustrasi

KABAR RAKYAT -Mantan Keuchik gampong teulaga tujuh (pusong) Irwansyah, dilaporkan tuha peuet gampong, Aidil Azhar, ke Polres Langsa atas dugaan tindak pidana penggelapan UU nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP, sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 Juncto 374.

Irwansyah dilaporkan atas dugaan tindak pidana penggelapan atau penggelapan jabatan yang terjadi di jalan TPI KM 8 Desa Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, dengan nomor : LP/B/96/III/2025/SPKT Polres Langsa/Polda Aceh ter-tanggal 3 Maret 2025.

Mantan Gubernur Aceh Dr Zaini Abdullah Meninggal Dunia

Berdasarkan keterangan dari pelapor yang tercatat di LP, dihimpun Minggu (3/16), awalnya pelapor mendapat telepon dari pihak pangkalan air atas nama Buyong yang menyampaikan bahwa ada pihak lesing datang ke pangkalan hendak menarik mobil tangki air BUMG milik Desa Teulaga Tujuh.

Lalu pelapor datang ke pangkalan air dan sempat melarang pihak leasing melakukan penarikan lantaran mobil merupakan aset Desa.

Polisi Selidiki Dugaan Ledakan KMP Aceh Hebat 2, 15 Orang Alami Luka Bakar

Dalam laporan disebutkan bahwa mobil (aset gampong) sudah di leasingkan dari irwansyah (mantan keuchik)  dan sudah telat membayar 3 bulan.

Diketahui jenis mobil tersebut yakni Merk Mitsubishi Colt Diesel Fe 74 Hdf (4×2), No.Pol BL 8731 F. Jenis Mb Barang, Model Tangki, Warna Kuning. Tahun Pembuatan 2017, No.Rangka MHMFE74P5HK173040 dan No.Mesin 4D34TR61125.

Terpisah, Irwansyah saat dikofirmasi mengaku bahwa hingga saat ini mobil tangki air yang biasa digunakan untuk operasional transportasi air masih ada, dan masih digunakan.

“dimana unsur penggelapannya, karena asetnya kan mash ada,”tandas Irwansyah.

Saat ditanyai soal mobil aset desa yang sempat dileasingkan, Irwansyah bilang bahwa uang yang diperoleh dari hasil meleasingkan mobil tersebut digunakan untuk operasional mobil itu sendiri dan beberapa kegiatan di gampong.

“sekitar Rp 88.750.000 uangnya. Dan itu dipakai untuk operasional mobil. Satu hari biaya operasional Rp 400.000, utk sopir dan minyak. Belum lagi untuk perbaikan. Saat itu dana desa belum cair maka saya leasing kan dulu sementara (mobil) agar bisa menalangi kebutuhan gampong,” bebernya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement