LANGSA, KABAR RAKYAT — Beban pembersihan sampah sisa banjir di Kota Langsa melonjak tajam. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Langsa mencatat volume sampah yang harus ditangani mencapai sekitar 720 ton per hari, angka tertinggi sejak penanganan pascabanjir dimulai.
Kepala DLH Kota Langsa Aulia Syahputra mengatakan lonjakan tersebut memaksa petugas kebersihan bekerja ekstra di lapangan.
“Total harian paling banyak kurang lebih 720 ton. Itu yang paling banyak kami kutip dan lakukan pembersihan. Mungkin pada hari-hari berikutnya sudah mulai berkurang,” kata Aulia, Minggu (28/12/2025).
Besarnya volume sampah membuat DLH berada dalam kondisi kewalahan. Meski demikian, Aulia menargetkan pembersihan dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga dua pekan ke depan.
“Target kami satu sampai dua minggu ini sampah sudah bersih. Kewalahan pasti, karena volume sampah yang sangat tinggi,” ujarnya.
Sampah sisa banjir tersebar di kawasan permukiman, badan jalan, hingga saluran drainase. Material yang diangkut didominasi lumpur, kayu, perabot rumah tangga, serta sampah domestik yang terbawa arus banjir.
Untuk mengejar ketertinggalan, DLH mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, mulai dari petugas kebersihan, armada pengangkut, hingga alat berat guna membuka akses jalan dan membersihkan titik-titik dengan dampak terparah. Namun, tingginya volume sampah membuat pembersihan belum sepenuhnya rampung.
Selain menghambat aktivitas warga, tumpukan sampah berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan menyumbat aliran air. DLH pun memprioritaskan pembersihan di kawasan padat penduduk serta fasilitas umum agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih.
DLH Kota Langsa memperkirakan volume sampah akan mulai menurun dalam beberapa hari ke depan seiring surutnya genangan dan selesainya pembersihan di titik-titik utama. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tidak membuang sampah ke sungai dan drainase untuk mencegah terulangnya bencana serupa.


Komentar