KABAR RAKYAT – Serangan Israel terhadap dua perkampungan di Lebanon selatan menewaskan enam orang dan melukai lima orang. Keterangan itu disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Lebanon pada Sabtu, 7 Desember 2024, menyusul tantangan potensial terbaru atas gencatan senjata yang telah berlangsung kurang dari dua minggu.
Dilansir dari Reuters, Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut lima orang tewas dalam serangan di Beit Lif, sedangkan satu orang tewas dalam serangan pesawat nirawak di Deir Seryan. Adapun militer Israel belum mengomentari insiden tersebut.
Ketegangan terus berlanjut meskipun ada gencatan senjata. Israel dan faksi bersenjata Lebanon, Hizbullah, saling menuduh melakukan pelanggaran. Awal minggu ini, Israel mengancam akan kembali berperang jika gencatan senjata dengan Hizbullah gagal.
Pada Senin lalu, Amerika Serikat mengatakan gencatan senjata tetap berlaku, meskipun mengantisipasi kemungkinan adanya pelanggaran.
Sebelumnya, sekitar sembilan orang tewas dan tiga orang luka-luka pada Senin, 2 Desember 2024, akibat serangan Israel di dua kota di Lebanon selatan, yakni Talousa dan Haris. Militer Israel mengklaim serangan mereka itu untuk menyerang puluhan anggota Hizbullah di seluruh wilayah Lebanon. Pada hari yang sama, otoritas Lebanon melaporkan dua kematian tambahan akibat serangan Israel di bagian lain Lebanon selatan, termasuk seorang anggota keamanan negara yang tewas saat bertugas, sehingga jumlah korban tewas hari itu menjadi 11 orang.
Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri telah meminta komite yang mengawasi gencatan senjata dengan Israel untuk mewajibkan Tel Aviv menghentikan pelanggaran perjanjian dan menarik diri dari wilayah Lebanon.
Pada 27 November, perjanjian gencatan senjata antara Lebanon dan Israel mulai berlaku, mengakhiri lebih dari 14 bulan pertempuran antara tentara Israel dan kelompok perlawanan Lebanon, Hizbullah. Media Lebanon melaporkan sekitar 73 pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata sejak diberlakukan pekan lalu. Hizbullah sejauh ini tetap bungkam terhadap pelanggaran Israel terhadap perjanjian tersebut.
Berdasarkan ketentuan gencatan senjata, Israel akan menarik pasukannya ke selatan perbatasan de facto Garis Biru secara bertahap, sementara tentara Lebanon mengerahkan pasukannya di Lebanon selatan dalam jangka waktu tidak lebih dari 60 hari. Implementasi perjanjian ini akan diawasi oleh Amerika Serikat dan Prancis, namun rincian mekanisme penegakannya masih belum jelas.
Lebih dari 3.960 orang tewas dan lebih dari 16.500 orang terluka dalam serangan Israel di Lebanon dan lebih dari 1 juta orang mengungsi sejak Oktober tahun lalu berdasarkan otoritas kesehatan Lebanon.
Sumber: tempo

Komentar