KABARRAKYAT.news – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang terjadi hampir dua pekan terakhir di Kabupaten Aceh Tamiang memicu sorotan. Di saat masyarakat harus mengantre panjang di sejumlah SPBU, muncul dugaan solar bersubsidi justru digunakan untuk mengoperasikan alat berat pada aktivitas galian C.
Kondisi tersebut memunculkan desakan agar Polres Aceh Tamiang tidak tinggal diam. Aparat penegak hukum diminta segera menertibkan aktivitas galian C yang diduga memanfaatkan BBM subsidi untuk kepentingan usaha, termasuk menindak praktik pembelian solar menggunakan jerigen.
Masyarakat menilai penegakan hukum harus dilakukan secara tegas agar distribusi BBM bersubsidi benar-benar dinikmati kelompok yang berhak, bukan dialihkan untuk mendukung kegiatan usaha.
Selain dugaan penyalahgunaan BBM subsidi, aparat juga didorong mengusut legalitas sejumlah lokasi galian C yang beroperasi di Aceh Tamiang. Jika ditemukan pelanggaran, kepolisian diminta mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Jangan sampai masyarakat dipaksa mengantre berjam-jam mendapatkan solar, sementara di sisi lain ada dugaan BBM bersubsidi dipakai untuk operasional alat berat,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (17/7/2026).
Desakan tersebut muncul di tengah keluhan masyarakat mengenai sulitnya memperoleh solar di SPBU dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu dinilai perlu menjadi perhatian serius aparat bersama instansi terkait, termasuk Pertamina dan pemerintah daerah, guna memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran.
Hingga berita ini diterbitkan, Polres Aceh Tamiang belum ada keterangan resmi terkait langkah yang akan diambil atas dugaan penggunaan solar bersubsidi oleh aktivitas galian C maupun praktik pembelian BBM menggunakan jerigen. | RAJA, Kaperwil Aceh
Editor: Hamdani

Komentar