KABAR DUNIA
Beranda » Zuhair Al Shun : Warga Palestina Berjuang dan Menderita Sendirian 

Zuhair Al Shun : Warga Palestina Berjuang dan Menderita Sendirian 

Zuhair Al Shun internasional Warga Palestina Berjuang dan Menderita Sendirian 
Foto : Istimewa

KABAR RAKYAT -Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun menilai masyarakat internasional tidak melakukan apa pun selama perang antara Palestina-Israel. Selama perang yang telah berjalan lebih dari 1,5 tahun, warga Palestina berjuang dan menderita sendirian.

“Sekali lagi, komunitas internasional tidak melakukan apa pun yang seharusnya dilakukan, saya berbicara tentang seluruh komunitas internasional. Karena, warga Palestina, mereka sendirian di Gaza, berjuang dan menderita,” kata Zuhair Al Shun, pada peringatan solidaritas untuk rakyat Palestina, Rabu (8/1/2025), di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta.

Dua Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Pemerintah Kejar Jalan Keluar Setelah Iran Beri Sinyal Positif

“Mengapa dunia diam saja? Apakah rakyat Palestina tidak layak untuk hidup? Apakah bangsa Palestina tidak setara dengan bangsa lain di dunia?. Palestina adalah tanah para nabi, tanah suci, dan tanah perdamaian.”

Ia menegaskan, rakyat Palestina ingin bebas dan mandiri. Serta, pihaknya juga optimis rakyat Palestina mampu meraih kemerdekaannya.

1.900 Kapal Dilaporkan Masih Tertahan di Selat Hormuz

“Saya tidak ingin berbicara tentang masalah sosial, masalah ekonomi dan keuangan, kami ingin bebas dan mandiri. Setelah itu, saya pikir semua kesulitan akan kita lewati maka Palestina mampu membangun dirinya sendiri dan menjadi lebih maju setelah merdeka,” ucapnya menekankan.

Secara khusus, Zuhair menyampaikan dua tuntutan rakyat Palestina kepada masyarakat internasional. Salah satunya, langkah internasional yang serius dan efektif untuk menekan Israel agar mengakhiri agresinya.

Kemudian, kesadaran global untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina di seluruh Palestina. Hal ini dapat dicapai dengan mewujudkan hak-hak rakyat Palestina yang tidak dapat dinegosiasikan untuk kembali ke tanah airnya.

“Selanjutnya, menentukan nasib sendiri, dan berdirinya negara Palestina merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya, sesuai dengan hukum internasional dan resolusi PBB. Perdamaian yang adil dan komprehensif adalah satu-satunya solusi untuk mengakhiri tragedi ini,” kata Zuhair.

“Tanpa hal ini, situasi akan menjadi lebih buruk dan menyebabkan lebih banyak kekerasan, konflik, dan persaingan antar kekuatan internasional dan regional.”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement