ACEH TIMUR, KABARRAKYAT — Pemerintah terus mempercepat penyediaan hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Timur. Salah satu upaya tersebut ditandai dengan dimulainya pembangunan 20 unit Huntara di Kecamatan Idi Rayeuk.
Pantauan awak media di lapangan, Selasa (6/1/2026), proses pembangunan Huntara saat ini telah memasuki tahap pengukuran dan pembersihan lahan yang berlokasi di belakang Kantor Camat Idi Rayeuk.
Pembangunan Huntara tersebut dilaksanakan oleh dua instansi, yakni Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky melalui Camat Idi Rayeuk, M Hasbi, menyampaikan bahwa pembangunan Huntara merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal sementara yang layak bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, sembari menunggu realisasi pembangunan hunian tetap.
“Untuk saat ini sedang dilakukan pengukuran dan pembersihan lahan. Pembangunan Huntara ini dilaksanakan oleh BNPB dan Kementerian PU,” ujar Camat Idi Rayeuk.
Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar dan sesuai rencana sehingga masyarakat yang terdampak bencana dapat segera menempati hunian sementara tersebut.
Masyarakat Apresiasi Kinerja Muspika
Sementara itu, masyarakat Kecamatan Idi Rayeuk mengapresiasi kinerja Muspika yang dinilai sigap dan peduli sejak awal terjadinya musibah banjir bandang.
Salah seorang warga Gampong Jawa yang enggan disebutkan namanya mengucapkan terima kasih kepada Camat Idi Rayeuk beserta jajaran Muspika atas perhatian terhadap warganya.
“Kami di Dusun Calok Gelima mengalami dampak yang cukup parah hingga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian pemerintah,” ujarnya.
Camat Idi Rayeuk M Hasbi menjelaskan, dari 35 desa yang ada di Kecamatan Idi Rayeuk, terdapat beberapa gampong yang mengalami dampak paling parah akibat banjir bandang, di antaranya Gampong Jawa, Gampong Aceh, Keude Blang, Kuta Blang, Keude Aceh, Meunasah Puuk, dan Bantayan Timur.
“Warga yang hingga saat ini masih mengungsi berasal dari Gampong Jawa, khususnya Dusun Calok Gelima, Gampong Aceh, Keude Blang, dan Meunasah Puuk,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak Muspika terus bekerja dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk memantau perkembangan kondisi pascabencana, mulai dari masa tanggap darurat hingga tahap pembangunan Huntara.
Camat Idi Rayeuk juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang masih mengungsi, agar segera melaporkan apabila terdapat kendala terkait bantuan sembako melalui kepala desa masing-masing untuk diteruskan ke pihak kecamatan.
“Situasi ini menjadi perhatian serius Bupati Aceh Timur. Apalagi menjelang bulan Ramadan, diharapkan warga tidak lagi tinggal di kamp pengungsian dan dapat segera menempati hunian sementara,” pungkas M Hasbi.
Penulis: Razali
Penyunting: Hamdani

Komentar