HUKUM KABAR DAERAH KABAR PARLEMENTARIA
Beranda » Haji Uma Kutuk Keras Pembunuhan Warga Aceh di Masjid Agung Sibolga: Tindakan Biadab di Rumah Allah!

Haji Uma Kutuk Keras Pembunuhan Warga Aceh di Masjid Agung Sibolga: Tindakan Biadab di Rumah Allah!

Haji Uma Kutuk Keras Pembunuhan Warga Aceh di Masjid Agung Sibolga: Tindakan Biadab di Rumah Allah!
Anggota DPR Aceh, Sudirman Haji Uma

BANDA ACEH, KABAR RAKYAT – Anggota DPR Aceh, Sudirman Haji Uma, mengecam keras pembunuhan sadis terhadap Arjun (21), warga asal Simeulue, Aceh, yang tewas disiksa secara brutal di area Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara.

“Kita mengutuk keras atas peristiwa tragis ini. Apa yang dilakukan para pelaku bukan hanya tindakan kekerasan, tapi tindakan biadab yang mencoreng kesucian rumah ibadah,” tegas Haji Uma dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/11).

Mantan Gubernur Aceh Dr Zaini Abdullah Meninggal Dunia

Menurutnya, begitu mendapat kabar duka tersebut, ia langsung berkoordinasi dengan DPD RI Perwakilan Sumatera Utara, Dedi Iskandar Batubara, serta Wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Z. Simauri. Dari hasil komunikasi itu, diperoleh informasi sahih bahwa korban benar mengalami penyiksaan dan pemukulan hingga tewas di teras masjid.

“Korban Arjun malam itu hanya ingin beristirahat di masjid karena hendak melaut keesokan harinya. Namun ia malah dipukuli lima pemuda hingga meninggal dunia dengan luka parah di kepala dan wajah,” ungkap Haji.

Polisi Selidiki Dugaan Ledakan KMP Aceh Hebat 2, 15 Orang Alami Luka Bakar

Kronologi yang diterima menyebutkan, Arjun awalnya membeli nasi goreng di sekitar masjid, lalu meminta izin tidur di teras karena sudah larut malam. Tak lama kemudian, seorang penjual sate menegurnya dan melaporkan ke sekelompok pemuda. Mereka datang, memaksa korban pergi, lalu melakukan penganiayaan brutal hingga korban tewas bersimbah darah di halaman masjid.

“Masjid seharusnya menjadi tempat perlindungan dan ibadah, bukan tempat pertumpahan darah. Ini pelecehan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keimanan,” tegasnya.

Haji Uma mendesak aparat kepolisian, khususnya Kapolres Sibolga dan Polda Sumatera Utara, agar menindak tegas seluruh pelaku dan mengusut tuntas kasus tersebut. Berdasarkan laporan terakhir, empat pelaku telah diamankan, sementara satu orang masih dalam pengejaran.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat DPRD Sibolga dan Polres setempat yang langsung melakukan koordinasi untuk memastikan proses hukum berjalan transparan.

“Kami akan terus mengawal kasus ini agar penanganannya cepat, transparan, dan memberikan keadilan kepada keluarga korban,” tegas Haji Uma.

Lebih lanjut, ia juga menyerukan agar semua pihak, termasuk Pemda dan aparat penegak hukum, menjaga agar tidak muncul spekulasi politik antar daerah.

“Kita harus memastikan hubungan baik antara masyarakat Aceh dan Sumatera Utara tetap harmonis. Ini ujian bagi kita untuk menjunjung tinggi kemanusiaan dan solidaritas,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Haji Uma menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Arjun. “Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement