ACEH TIMUR, KABAR RAKYAT — Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma, turun langsung ke desa-desa terisolir terdampak banjir bandang di Kecamatan Simpang Jernih dan Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (23/12/2025). Di tengah keterbatasan akses dan kerusakan infrastruktur, ribuan warga masih bertahan di pengungsian tanpa kepastian hunian.
Dalam kunjungan tersebut, Haji Uma menyalurkan bantuan logistik ke Desa Jering, Loot, Ujung Karang, Simbuang, dan Bunin. Bantuan yang diberikan berupa beras, mi instan, air mineral, roti, telur, serta alas tidur. Penyerahan bantuan turut didampingi dua anggota DPRK Aceh Timur, Keuchik Ki dan Samin Alam Tanoga (Datu).
Haji Uma menyaksikan langsung kerusakan parah yang ditinggalkan banjir bandang. Rumah warga rata dengan tanah, jalan dan jembatan terputus, serta material kayu besar menumpuk di kawasan permukiman. Di Kecamatan Serba Jadi, sedikitnya tujuh desa dilaporkan rusak berat dengan tingkat kerusakan rumah warga mencapai lebih dari 80 persen.
Seorang warga Desa Ujung Karang, Satumin, mengungkapkan seluruh harta bendanya habis tersapu banjir. Bahkan, kawasan permukiman yang sebelumnya berjarak sekitar satu kilometer dari sungai kini berubah menjadi alur sungai baru.
“Ini bukan banjir biasa. Kerusakannya masif dan menyisakan penderitaan berkepanjangan bagi warga,” kata Haji Uma di sela-sela kunjungan.
Ia menilai lambannya penanganan pascabencana berpotensi memperparah kondisi korban. Hingga kini, banyak warga masih bergantung pada bantuan darurat tanpa kejelasan tempat tinggal yang layak. Menurutnya, pemerintah harus segera menyediakan hunian sementara dan memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi.
“Warga tidak bisa terus dibiarkan hidup di tenda darurat. Hunian sementara harus segera dibangun, bersamaan dengan layanan kesehatan, pendidikan anak, dan pemulihan akses dasar,” tegasnya.
Haji Uma juga menyinggung dugaan kerusakan hutan sebagai salah satu faktor utama banjir bandang. Ia meminta pemerintah dan aparat terkait serius menelusuri aktivitas yang merusak lingkungan di wilayah hulu.
“Kejadian ini harus menjadi alarm keras. Jika kerusakan lingkungan dibiarkan, bencana serupa akan terus berulang dan rakyat kembali menjadi korban,” ujarnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi sorotan atas kehadiran negara dalam situasi darurat. Haji Uma menegaskan penanganan bencana tidak cukup dengan bantuan simbolik, tetapi membutuhkan langkah cepat, tegas, dan berkelanjutan agar warga terdampak bisa kembali hidup dengan layak.


Komentar