EKONOMI KABAR DUNIA
Beranda » Harga Minyak Turun di Asia, Investor Waspadai Risiko Geopolitik

Harga Minyak Turun di Asia, Investor Waspadai Risiko Geopolitik

Harga Minyak Turun di Asia, Investor Waspadai Risiko Geopolitik
Harga Minyak Turun di Asia, Investor Waspadai Risiko Geopolitik. (Dok Ilustrasi)

KABAR RAKYAT – Harga minyak mentah berjangka melemah dalam perdagangan Asia, sementara saham-saham sektor sumber daya alam justru menguat. Pasar mencermati dampak gejolak politik di Venezuela serta ketidakpastian terkait pengelolaan cadangan minyak negara tersebut, 7 Januari 2026.

Tekanan pada harga minyak meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Venezuela akan “menyerahkan” hingga 50 juta barel minyak untuk dijual dengan harga pasar menyusul penggulingan dan penangkapan pemimpin negara itu. Minyak mentah AS turun 1,1 persen menjadi 56,48 dolar AS per barel, sementara Brent melemah 0,8 persen ke level 60,22 dolar AS per barel.

Dua Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Pemerintah Kejar Jalan Keluar Setelah Iran Beri Sinyal Positif

Di pasar saham Asia, indeks Nikkei Jepang turun 0,25 persen dan menekan indeks regional. Sebaliknya, saham-saham komoditas menguat seiring lonjakan harga logam industri. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,3 persen, didorong kinerja emiten produsen komoditas.

Dolar AS bertahan kuat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, mulai dari Amerika Selatan hingga Asia Timur. Investor juga menanti rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

1.900 Kapal Dilaporkan Masih Tertahan di Selat Hormuz

Caracas dan Washington dilaporkan telah mencapai kesepakatan ekspor minyak mentah Venezuela senilai hingga 2 miliar dolar AS ke Amerika Serikat. Kesepakatan ini muncul di tengah memanasnya situasi geopolitik, termasuk pernyataan Gedung Putih terkait berbagai opsi strategis AS di kawasan global.

Sementara itu, saham-saham di Tokyo kembali tertekan setelah China mengumumkan larangan ekspor barang dwiguna ke Jepang yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer. Di sisi lain, pasar saham AS mencetak rekor baru, sementara harga tembaga sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa dan nikel melonjak lebih dari 10 persen akibat kekhawatiran pasokan.

Ke depan, perhatian pasar tertuju pada laporan ketenagakerjaan bulanan AS yang dijadwalkan rilis akhir pekan ini, yang dinilai akan memengaruhi ekspektasi arah kebijakan moneter The Fed.

Sumber: Reuters

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement