KABAR RAKYAT -Alphabet, induk perusahaan Google, menandatangani perjanjian definitif untuk mengakuisisi Wiz, startup keamanan cloud berbasis di New York, dengan nilai transaksi mencapai 32 miliar dollar AS atau sekitar Rp 525 triliun (asumsi kurs Rp 16.430 per dollar AS) Akuisisi ini menjadi yang terbesar dalam sejarah Google, melampaui pembelian Motorola senilai 12,5 miliar dollar AS pada 2012. Dilansir dari CNBC, Selasa (18/3/2025), akuisisi ini bertujuan untuk memperkuat keamanan cloud Google di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan meningkatnya ancaman siber.
Wiz nantinya akan bergabung dengan divisi Google Cloud, dengan penyelesaian transaksi yang diperkirakan terjadi pada 2026.
Strategi Google dalam Keamanan Siber
“Google Cloud adalah pemimpin dalam infrastruktur cloud dengan keahlian mendalam dalam AI dan keamanan. Menggabungkan teknologi Wiz dengan Google akan meningkatkan skala dan efektivitas solusi keamanan kami,” tulis Google dalam pernyataan resminya.
Sebelumnya, pada Juli 2024, Wiz sempat menolak tawaran akuisisi Google senilai 23 miliar dollar AS. Kala itu, Wiz lebih memilih rencana penawaran saham perdana (IPO).
Perjalanan Wiz Menuju Akuisisi
Dalam sebuah memo internal, salah satu pendiri Wiz, Assaf Rappaport, mengungkapkan bahwa keputusan menolak tawaran Google tahun lalu merupakan langkah sulit. Pertimbangan tersebut dipengaruhi oleh regulasi antimonopoli dan kepentingan investor. Sejak didirikan pada 2020, Wiz berkembang pesat di bawah kepemimpinan Rappaport. Dalam 18 bulan pertama, Wiz mencatat pendapatan berulang tahunan sebesar 100 juta dollar AS. Perusahaan ini menawarkan solusi keamanan cloud yang mencakup pencegahan, deteksi aktif, dan respons terhadap ancaman siber. Wiz juga menjadi pesaing utama Microsoft di sektor ini.
Dampak Akuisisi
Rappaport mengatakan bergabung dengan Google Cloud akan mempercepat inovasi Wiz. “Menjadi bagian dari Google Cloud akan membuat kami berinovasi lebih cepat dibandingkan jika tetap independen,” ujarnya dalam unggahan blog. Google sendiri aktif dalam akuisisi untuk memperluas bisnisnya. Sebelumnya, perusahaan ini juga membeli perusahaan keamanan siber Mandiant senilai 5,4 miliar dollar AS pada 2022. Menariknya, produk Wiz tetap dapat digunakan di platform pesaing seperti Amazon Web Services, Microsoft Azure, dan Oracle Cloud. Hal ini menunjukkan bahwa Google tetap membuka fleksibilitas bagi pelanggan Wiz.
Meskipun perjanjian ini masih menunggu persetujuan regulator, analis Wall Street optimistis bahwa pemerintahan baru di Amerika Serikat akan lebih mendukung kesepakatan dalam industri teknologi. Saat ini, Alphabet masih menghadapi gugatan antimonopoli terkait dominasi pencarian internetnya. Wall Street Journal pertama kali melaporkan bahwa negosiasi antara Google dan Wiz telah memasuki tahap akhir sebelum akhirnya diumumkan secara resmi pada Selasa.

Komentar