ACEH SINGKIL, KABAR RAKYAT — Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil berkomitmen menjadikan sungai sebagai pusat peradaban, ekowisata, dan riset lingkungan berkelanjutan.
Wakil Bupati Aceh Singkil Hamzah Sulaiman mengatakan, sungai memiliki potensi besar bukan hanya sebagai sumber air, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran alam bagi generasi muda untuk memahami pentingnya harmoni antara manusia dan lingkungan.
“Kita ingin sungai ini menjadi laboratorium alam, tempat belajar tentang keseimbangan antara manusia dan alam,” ujar Hamzah saat melepas peserta Ekspedisi Sungai Singkil 2025 di Desa Teluk Rumbia, Kecamatan Singkil, Kamis (13/11/2025).
Hamzah menegaskan, ekspedisi tersebut merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah terhadap pelestarian lingkungan hidup. Ia menyebut Sungai Singkil sebagai warisan generasi yang harus dijaga bersama.
“Sungai Singkil bukan hanya milik kita hari ini, tetapi juga milik anak cucu yang akan datang,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Hamzah berharap muncul gagasan inovatif untuk menjaga kebersihan sungai, mengembangkan wisata berbasis alam, dan menghidupkan kembali kearifan lokal masyarakat pesisir—mulai dari tradisi nelayan hingga budaya sungai—sebagai kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat.
Kepada para peserta ekspedisi, Hamzah berpesan agar menjadi duta lingkungan dan kebanggaan daerah.
“Susuri sungai dengan hati. Rekam setiap keindahan, dan rasakan denyut kehidupan masyarakat di sepanjang aliran sungai,” katanya.
Ia menambahkan, menjaga sungai berarti menjaga masa depan. “Siapa yang menjaga alam, sesungguhnya ia sedang menjaga dirinya sendiri,” ucap Hamzah menutup sambutannya.
“Mari kita jaga alam Singkil sebagaimana kita menjaga diri sendiri, karena di sanalah letak marwah dan kemuliaan daerah kita tercinta,” pungkasnya. (R)

Komentar