SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IKLAN
JAMBI
Beranda » Polda Jambi Turun Tangan, Karhutla Sungai Aur Lahap 20 Hektare

Polda Jambi Turun Tangan, Karhutla Sungai Aur Lahap 20 Hektare

KABARRAKYAT.news  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali mengancam Kabupaten Muaro Jambi. Kali ini, sekitar 20 hektare lahan di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, terbakar.

Polda Jambi bersama Polres Muaro Jambi dan tim gabungan langsung turun melakukan pengecekan, pemadaman hingga pendinginan pada Sabtu (12/9/2026).

Polres Cirebon Kota Bongkar 23 Kasus Narkoba, 33 Tersangka Diciduk

Penanganan dipimpin Karo Ops Polda Jambi Kombes Pol Vendra Riviyanto bersama Dansat Brimob Polda Jambi Kombes Pol Budi Hidayat dan Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah.

Sebelum menuju lokasi, tim mengecek kesiapan peralatan penanganan karhutla di Posko Manggala Agni, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Peralatan yang diperiksa antara lain Nozel SUNBUT atau suntik gambut, Jet Shoter serta cairan pemadam khusus lahan gambut X-Fire.

FRIC dan DPRD Muaro Jambi Sepakat Perkuat Pencegahan Karhutla

Setibanya di Sungai Aur, personel langsung mengecek area terbakar dan melakukan pemadaman serta pendinginan. Tim juga menguji penggunaan cairan X-Fire dengan perangkat Jet Shoter untuk membantu penanganan kebakaran di lahan gambut.

Hasil pengecekan sementara menunjukkan luas lahan terbakar mencapai sekitar 20 hektare. Pendinginan terus dilakukan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

Penanganan melibatkan personel TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sungai Aur, RPK PT JBP dan RPK PT BBS.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menegaskan penanganan karhutla dilakukan secara cepat, terukur dan terpadu.

“Seluruh personel di lapangan terus bergerak bersama instansi terkait untuk melakukan pemadaman dan pendinginan sekaligus memastikan api tidak kembali meluas,” ujar Erlan.

Polda Jambi juga mendorong penggunaan metode dan peralatan yang dinilai efektif, khususnya untuk menghadapi karakteristik lahan gambut.

Erlan mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Pencegahan menjadi kunci utama karena dampak karhutla dapat dirasakan masyarakat secara luas,” pungkasnya. (BASRI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
× Advertisement