KABAR DAERAH NEWS
Beranda » Serap Anggaran Negara Ratusan Juta, Proyek Pamsimas di Langsa Timur Mangkrak

Serap Anggaran Negara Ratusan Juta, Proyek Pamsimas di Langsa Timur Mangkrak

Serap Anggaran Negara Ratusan Juta, Proyek Pamsimas di Langsa Timur Mangkrak
Kondisi pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Program Pamsimas bersumber dari DAK Air Minum Tahun Anggaran 2025 di Gampong Matang Ceungai, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Sabtu (7/3). Proyek senilai Rp591,8 juta itu diduga mangkrak meski masa pekerjaan tercatat 140 hari kerja.

KABAR RAKYAT – Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Gampong Matang Ceungai, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, menuai sorotan. Proyek yang menyedot anggaran negara sebesar Rp591,8 juta itu mangkrak dan belum rampung hingga kini.

Pantauan di lokasi, Sabtu 7 Maret 2026, pembangunan instalasi pengolahan air yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Air Minum Tahun Anggaran 2025 terlihat belum selesai dikerjakan. Padahal proyek tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 140 hari kerja.

Al-Farlaky: Adat dan Budaya Jadi Modal Sosial Pembangunan Daerah

Alih-alih segera dimanfaatkan masyarakat, proyek yang digadang-gadang menjadi solusi kebutuhan air bersih warga itu justru tampak terbengkalai. Sejumlah bagian konstruksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) masih belum rampung, sementara fasilitas penunjang lainnya juga belum dapat difungsikan.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan tersebut merupakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA)/Broncaptering/Sumur Dalam Terlindungi di Gampong Matang Ceungai, Kecamatan Langsa Timur.

Kurban Perdana SPPG Buket Meutuah, Wujud Kepedulian untuk Relawan

Proyek ini dibiayai melalui Program DAK Air Minum Tahun Anggaran 2025 dengan nilai pekerjaan Rp591.800.000. Pada papan proyek tercantum Nomor Kontrak 10/SWK-AM/PUPR/DAK/2025 dengan waktu pelaksanaan 140 hari kerja.

Pelaksana kegiatan tercatat Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) “Melati”.

Namun hingga memasuki awal Maret 2026, proyek tersebut belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian. Kondisi ini memunculkan tanda tanya publik terhadap pengelolaan proyek yang menggunakan dana negara tersebut.

Sejumlah warga setempat mengaku kecewa karena proyek yang diharapkan mampu mengatasi persoalan air bersih di gampong mereka hingga kini belum juga dapat dimanfaatkan.

“Harapan kami proyek ini bisa membantu warga mendapatkan air bersih. Tapi sampai sekarang belum selesai juga,” ujar MA, warga setempat.

Mangkraknya proyek ini juga memunculkan dugaan lemahnya pengawasan dari instansi teknis terkait terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Langsa melalui dinas terkait segera turun tangan melakukan evaluasi serta membuka secara transparan penyebab keterlambatan proyek tersebut.

Selain itu, penggunaan anggaran hampir Rp600 juta dari dana negara itu dinilai perlu diaudit secara terbuka agar tidak menimbulkan kecurigaan publik.

Jika tidak segera diselesaikan, proyek penyediaan air bersih yang seharusnya menjadi solusi bagi masyarakat Gampong Matang Ceungai justru berpotensi menjadi contoh proyek mangkrak yang merugikan kepentingan publik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi meski upaya konfirmasi telah dilakukan. (SA/R)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement