KABAR RAKYAT -Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, menyoroti pentingnya kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Dalam pertemuan dengan BGN pada Rabu (5/3) di Gedung Merah Putih KPK, Setyo mengingatkan agar kandungan makanan yang diberikan kepada masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil, benar-benar berkualitas.
Setyo menyinggung program pemerintah sebelumnya yang memberikan susu dan biskuit sebagai upaya menurunkan angka stunting.
Menurut kajian KPK, program tersebut dinilai kurang efektif karena distribusi biskuit lebih dominan dibanding susu.
“Dari tahun ke tahun, penurunan angka stunting tidak signifikan. Oleh karena itu, saya harap kandungan makanan dalam MBG benar-benar dikaji agar sesuai kebutuhan gizi,” ujar Setyo, dilansir Sabtu (8/2025).
Selain itu, ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG yang memiliki anggaran besar.
Setyo mengungkapkan adanya laporan pengurangan nilai makanan yang diterima masyarakat. Sebagai contoh, makanan senilai Rp10 Ribu hanya diterima senilai Rp 8 Ribu di tingkat daerah.
“Hal ini berdampak pada kualitas makanan yang diterima masyarakat,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Setyo juga menggarisbawahi perlunya tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
Dia mendorong keterlibatan masyarakat melalui lembaga non-pemerintah (NGO) independen serta pemanfaatan teknologi informasi untuk memantau penggunaan anggaran.
“Harapannya, program ini berjalan transparan dan melibatkan berbagai pihak untuk mencegah penyimpangan,” kata Setyo.
Ketua BGN, Dadan Hindayana, menyambut baik masukan dari KPK dan berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan serta efisiensi dalam pelaksanaan program MBG.
Dengan anggaran sebesar Rp170 triliun pada 2025, Dadan menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan lembaga pengawas seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Dengan pengawasan ketat dan peningkatan kualitas kandungan makanan, program MBG diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam menurunkan angka stunting di Indonesia secara signifikan.


Komentar