KABAR RAKYAT – Menteri Pekerjaan Umum (MenPU), Dody Hanggodo, mengatakan pembangunan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal didukung oleh dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya.
“Saya minta tolong ke Menteri BUMN untuk berkenan merelakan sedikit CSR BUMN untuk membangun dapur prototipe (Dapur MBG),” kata Dody dalam konferensi pers di Kementerian PU, Jakarta Selatan, Senin, 26 Mei 2025.
Kata Dody, ada tiga BUMN Karya yang akan terlibat dalam proyek pembangunan dapur prototipe MBG ini, yaitu PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, dan PT Hutama Karya (Persero).
“Ada tiga BUMN Karya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, dan PT Hutama Karya (Persero),” sebutnya.
Dody mengatakan masing-masing perusahaan akan membangun satu dapur prototipe di lokasi yang berbeda. Semua lokasi itu, sambungnya, ada di Jambi, Kebumen dan Banjar. “Semuanya berada ditanah milik Kementerian PU,” sambungnya.
Lanjutnya menjelaskan, masing dari BUMN ini akan membangun model dapur MBG ini dengan versinya masing-masing sesuai dengan desain arsitektur mereka. “Semuanya pasti berbeda, karena menggunakan desainnya masing-masing, yang pasti ada keunggulannya,” jelasnya.
Dana CSR ini berasal dari tiga BUMN tersebut, yakni PT PP (Persero) Tbk untuk Banjar, PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk Kebumen, dan PT Hutama Karya (Persero) untuk Jambi.
Daput ini akan dibangun seluas 900 meter persegi per lokasi dengan anggaran masing-masing mencapai Rp 4,5 miliar dari tiap BUMN Karya.
Adapun fasilitas yang dibangun mencakup dapur utama. Lalu, ada sarana pendukung lainnya seperti ruang serbaguna, tempat parkir, akses masuk lokasi, jaringan air bersih, sanitasi, hingga instalasi pengolahan limbah.
Dody mengatakan dapur MBG ini ditargetkan akan beroperasi selambat-lambatnya pada Agustus 2025 nanti. Proyek ini diharapkan bisa dijadikan sebagai model untuk pembangunan fasilitas serupa kedepannya.
Oleh karenanya, Dody meminta jajaran internal Kementerian untuk memantau langsung proses jalannya pembangunan dapur MBG ini. “Saya minta tolong pantau dari titik-titik hari ini oleh pak Sekjen, oleh Staf kementerian, empat dari kita kelembagaan. Dari hasil diskusi teknis Agustus bisa tercapai,” pungkasnya. (rzk)

Komentar