NASIONAL
Beranda » Penyaluran Bantuan di Gaza Oleh GHF Berujung Chaos

Penyaluran Bantuan di Gaza Oleh GHF Berujung Chaos

Proses penyaluran bantuan makanan kepada warga Palestina di Jalur Gaza oleh organisasi bantuan kemanusiaan Israel-Amerika Serikat berujung chaos yang menyebabkan Tiga orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Proses penyaluran bantuan makanan kepada warga Palestina di Jalur Gaza oleh organisasi bantuan kemanusiaan Israel-Amerika Serikat berujung chaos yang menyebabkan Tiga orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Foto : REUTERS/Hatam Khaled.

KABAR RAKYAT – Dalam proses penyaluran bantuan makanan kepada warga Palestina di Jalur Gaza oleh organisasi bantuan kemanusiaan Israel-Amerika Serikat berujung chaos yang menyebabkan Tiga orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka, Selasa, 27 Mei 2025 waktu setempat.

Dimana ribuan warga Palestina di Gaza memanjat pagar dan menerobos kerumunan yang berdesakan demi mendapatkan bantuan yang disalurkan oleh Badan Yayasan Kemanusiaan Gaza (Gaza Humanitarian Foundation/GHF).

Komisi II DPR Minta Maaf Pilih Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman

GHF merupakan organisasi dan kontroversial yang kini bertugas menyalurkan bantuan kepada warga Palestina didaerah kantong yang terkepung tersebut. Salah pengungsi disana mengatakan sudah hampir mati kelaparan dan sudah tidak tahu lagi harus memberi makan apa untuk anak-anak mereka.

“Kami hampir mati kelaparan. Kami sudah tidak tahu harus memberi makan apa. Apalagi yang bisa kami lakukan? Saya bisa melakukan apapun demi memberi makan mereka,” ujar salah satu pengungsi disana kepada Al Jazeera.

Dua Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Pemerintah Kejar Jalan Keluar Setelah Iran Beri Sinyal Positif

Ditengah ributnya helicopter militer Israel dan suara tembakan, kerumunan pengungsi yang putus asa termasuk perempuan dan anak-anak di Rafah Gaza Selatan terus berjuang mencapai titik penyaluran bantuan pada hari petama oleh GHF.

“Kami melihat orang-orang berlarian, dan kami mengikuti mereka, meskipun itu berarti kami mengambil risiko dan ini menakutkan. Namun ketakutan tidak lebih buruk daripada kelaparan,” ujar pengunsi itu.

Dalam insiden itu, banyak korban tewas dan luka-luka, bahkan diketahui ada juga beberapa orang dinyatakan hilang saat berebut makanan.

“Pasukan pendudukan (Israel) yang ditempatkan di dalam atau sekitar wilayah tersebut, melepaskan tembakan langsung ke warga sipil yang kelaparan, yang dipancing ke lokasi tersebut dengan dalih menerima bantuan,” demikian pernyataan Kantor Media Pemerintah Gaza.

Media itu menyebut insiden ini juga memberikan bukti yang tak terbantahkan tentang kegagalan total pendudukan Israel dalam mengelola bantuan kemanusiaan.

Secara terpisah, militer Israel mengatakan pasukannya tidak mengarahkan tembakan kea rah warga Palestina, namun melepas tembakan peringatan di area luar.

Bantuan yang disalurkan oleh GHF sudah tiba di Gaza, meskipun ada tuduhan organisasi baru itu tidak memiliki pengalaman atau kapasitas untuk memberikan bantuan kepada lebih dari 2 juta warga Palestina di Gaza.

Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan melihat ribuan warga Palestina menyerbu lokasi bantuan itu “menyedihkan”.

Israel menjadikan GHF, sebuah badan yang berkantor pusat di Swiss, sebagai distributor utama bantuan di Gaza. Namun seperti yang kita ketahui Bersama, Israel memblokir PBB dan organisasi internasional lainnya untuk membawa bantuan ke Gaza.

Meskipun disebut sebagai organisasi yang netral, hubungan dekat GHF dengan Israel dan Amerika Serikat memicu kecaman yang luas. Berdasarkan laporan The New York Times, GHF ini terbentuk karena adanya pertemuan pribadi oleh para pejabat, perwira militer, dan pengusaha yang memiliki hubungan dengan dekat dengan Pemerintah Israel. (rzk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement