KABAR DAERAH
Beranda » Revitalisasi PDAM Tirta Keumuneng Langsa Senilai Rp149 Miliar Dimulai 2026, Kebocoran Capai 57 Persen

Revitalisasi PDAM Tirta Keumuneng Langsa Senilai Rp149 Miliar Dimulai 2026, Kebocoran Capai 57 Persen

Revitalisasi PDAM Tirta Keumuneng Langsa Senilai Rp149 Miliar Dimulai 2026, Kebocoran Capai 57 Persen
Revitalisasi PDAM Tirta Keumuneng Langsa Senilai Rp149 Miliar Dimulai 2026. (Dok Net)

Proyek revitalisasi Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Keumuneng Kota Langsa senilai Rp149 miliar yang diusulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dipastikan mulai dikerjakan pada tahun 2026 secara bertahap (multiyears).

Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Aceh, Tommy Permadhi, mengungkapkan bahwa program tersebut akan difokuskan pada perbaikan jaringan pipa induk di pusat Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gampong Pondok Keumuneng, Kecamatan Langsa Lama. Langkah itu diambil untuk mengantisipasi tingkat kebocoran air yang kini mencapai lebih dari 50 persen.

Al-Farlaky: Adat dan Budaya Jadi Modal Sosial Pembangunan Daerah

“Kondisi kebocoran ini sudah terlalu tinggi. Dari 100 persen air yang diolah, hanya sekitar 43 persen yang sampai ke pelanggan. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kementerian PUPR ke depan,” tegas Tommy saat meninjau pusat IPA bersama Anggota DPR RI H. Ilham Pangestu dan Direktur Perumda Air Minum Tirta Keumuneng, T. Faisal, SH, Rabu (8/10).

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Kasatker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Aceh Ir. Larap Kemayan Estu, Sekda Kota Langsa Suhartini, beberapa anggota DPRK Langsa, serta Kadis PUPR Langsa Muharam.

Kurban Perdana SPPG Buket Meutuah, Wujud Kepedulian untuk Relawan

Tommy menegaskan, upaya revitalisasi akan dimulai dengan penggantian pipa utama menggunakan pipa HDPE yang lebih kuat dan tahan lama. Selain itu, Kementerian PUPR juga akan membangun Instalasi Pengolahan Air (WTP) baru untuk mendukung WTP 1 yang sudah beroperasi sejak 1928 dan kini mengalami penurunan kapasitas.

“Pembangunan dilakukan secara multiyears, dimulai tahun 2026. Fokus awal adalah menekan kebocoran di atas 50 persen dan memperbaiki sistem distribusi air secara menyeluruh,” jelasnya.

Tommy juga menyoroti perlunya pembenahan teknologi pengolahan air dan sistem pengendalian endapan lumpur pada pipa serta unit pengolahan. Menurutnya, semua langkah ini penting untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat Langsa dalam jangka panjang.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Tirta Keumuneng, T. Faisal, menyambut baik perhatian Kementerian PUPR terhadap kondisi PDAM Langsa.

“Usulan anggaran Rp149 miliar sudah kita sampaikan ke Kementerian PUPR. Terkait realisasi dan pelaksanaannya, menjadi kewenangan pemerintah pusat. Kami berharap revitalisasi ini bisa segera direalisasikan karena persoalan air bersih di Langsa sudah berlangsung lama,” ujar Faisal.

Faisal menambahkan, pihaknya terus berupaya memperbaiki pelayanan dan efisiensi distribusi air bersih bagi warga Langsa, meskipun terkendala dengan kondisi jaringan yang sudah tua.

“Revitalisasi ini bukan sekadar proyek fisik, tapi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengakhiri persoalan klasik air bersih di Langsa,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement