ACEH TAMIANG, KABAR RAKYAT — Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, terus dikebut. Huntara disiapkan untuk menampung lebih dari 6.000 korban bencana agar dapat tinggal di tempat yang lebih aman dan layak.
Hingga 26 Januari 2026, sebanyak 2.600 unit huntara telah rampung dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejumlah kementerian/lembaga, serta pihak swasta. Namun, jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan seluruh warga terdampak.
Untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung sejumlah lokasi huntara di Aceh Tamiang, Jumat (30/1/2026). Peninjauan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan pascabencana mengedepankan kecepatan, ketepatan, dan keberlanjutan pemulihan.
Salah satu lokasi yang dikunjungi ialah kawasan Huntara Modular 2. Koordinator Pembangunan Huntara PT Wijaya Karya (Wika) Mario menjelaskan, progres pembangunan di kawasan tersebut telah mencapai 71 persen.
“Kami mulai bekerja sejak 14 Januari. Sebelumnya dilakukan pembersihan lumpur setinggi sekitar 1,6 meter, baru kemudian pembangunan unit huntara dilakukan,” ujar Mario kepada Wapres.
Mario memastikan pembangunan ditargetkan selesai sebelum Ramadan sehingga dapat segera dimanfaatkan warga terdampak. Wapres Gibran pun menegaskan pentingnya penyelesaian tepat waktu agar masyarakat segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres juga mengecek kelengkapan fasilitas di kawasan huntara. Setiap kawasan modular terdiri atas 156 unit hunian berukuran 6 x 3 meter yang dilengkapi ruang tidur dengan dua kasur, dapur, serta ruang jemur.
Selain itu, tersedia kamar mandi umum di setiap blok, serta fasilitas penunjang seperti taman bermain anak, ruang komunal, dan musala.
Salah seorang penghuni Huntara Modular 1, Lisa (30), mengaku kondisi huntara jauh lebih nyaman dibandingkan tinggal di tenda pengungsian.
“Di tenda banyak yang sakit dan debunya cukup banyak. Kalau di huntara lebih nyaman, apalagi kami punya anak kecil,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres meninjau tiga kawasan huntara, yakni Huntara Modular 1, Huntara Modular 2, dan Huntara Danantara. Turut mendampingi Wapres, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, Kepala BNPB Suharyanto, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, serta Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA.
Editor: Rahmad


Komentar